Blog

Waspada Penyakit Mahjura: ‘Hijrah’dari Al-Quran

by in Blog Agustus 10, 2021

Meskipun yang diadukan Rasulullah itu adalah orang-orang kafir Quraisy, namun penyakit menjadikan Al Quran sebagai mahjura –terutama yang dirinci oleh Ibnul Qayyim- bisa saja menimpa kita.

Dikutip dari bersamadakwah.net

Ada satu perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang diabadikan dalam Al-Qur’an yang berisi pengaduan beliau terhadap kaumnya.

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآَنَ مَهْجُورًا

Berkatalah Rasul, “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran ini mahjura” (QS. Al Furqan: 30)

Kata ‘mahjura’ di akhir ayat, mengutip ceramah Nouman Ali Khan, berasal dari kata ‘hijrah’ yang artinya menjauh/berpindah/berpaling. Artinya,defini hijrah bermakna dua: hijrah menuju Allah atau hijrah menjauhi Allah.

Ajakan hijrah menuju Allah baik secara lahir maupun batin sudah tidak asing lagi di telinga. Namun, larangan atau peringatan dari hijrah yang sebaliknya tidak kalah penting untuk menguatkan ajakan tersebut. Salah satunya adalah penyakit mahjura ini. Penyakit yang membuat penderitanya berpaling dari Al-Qur’an.

Adapun gejala dari orang-orang yang terkena penyakit ini dirincikan oleh Ibnu Katsir sebagai berikut:

Berkata imam Ibnu Katsir rahimahullah:

وَكَانُوا إِذَا تُلِيَ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنُ أَكْثَرُوا اللَّغَطَ وَالْكَلَامَ فِي غَيْرِهِ، حَتَّى لَا يَسْمَعُوهُ. فَهَذَا مِنْ هُجْرَانِهِ

  • Dan mereka, apabila dibacakan Al-Qur’an, mereka banyak berbuat gaduh dan sibuk dengan perkataan yang lain, sehingga mereka tidak mendengarkan bacaannya, maka ini termasuk berpaling dari Al-Qur’an.

وَتَرْكُ عِلْمِهِ وَحِفْظِهِ أَيْضًا مِنْ هُجْرَانِهِ

  • Dan meninggalkan ilmu tentangnya serta menghafalkannya juga termasuk berpaling dari Alquran.

وَتَرْكُ الْإِيمَانِ بِهِ وَتَصْدِيقِهِ مِنْ هُجْرَانِهِ

  • Dan meninggalkan dari mengimani serta membenarkannya, termasuk perbuatan meninggalkan Alquran.

وَتَرْكُ تَدَبُّرِهِ وَتَفْهُّمِهِ مِنْ هُجْرَانِهِ

  • Dan meninggalkan dari menadabburi serta memahaminya, termasuk perbuatan berpaling dari Alquran.

وَتَرْكُ الْعَمَلِ بِهِ وَامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ زَوَاجِرِهِ مِنْ هُجْرَانِهِ

  • Dan meninggalkan dari beramal dengannya, yakni mematuhi perintah-perintah di dalamnya, serta menjauhi larangan-larangannya, termasuk perbuatan berpaling dari Al-Qur’an.

والعدولُ عَنْهُ إِلَى غَيْرِهِ -مَنْ شِعْرٍ أَوْ قَوْلٍ أَوْ غِنَاءٍ أَوْ لَهْوٍ أَوْ كَلَامٍ أَوْ طَرِيقَةٍ مَأْخُوذَةٍ مِنْ غَيْرِهِ -مِنْ هُجْرَانِهِ

  • Dan cenderung kepada yang lainya, seperti syair, nyanyian, perbuatan sia-sia, perkataan dan jalan hidup yang tidak bersumber dari Al-Qur’an,  juga termasuk perbuatan berpaling dari Al-Qur’an.”

Enam gejala tersebut dapat menjadi bahan introspeksi untuk memperbaiki hubungan bersama Al-Qur’an. Jika merasakan beberapa atau semua gejala tersebut, segera dekati Dokter Asy-Syifa yang tidak lain Al-Qur’an itu sendiri.

Semoga kita terlindungi dari penyakit ini sehingga layak untuk mendapatkan syafa’at Al-Quran di hari akhir kelak.

Aamiin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *