The Worst Can Become The Best: Kisah Pecandu Alkoholik menjadi Ulama Terbaik

by in Blog Mei 25, 2021

Bismillah

Apakah kamu merasa terlalu banyak melakukan dosa? Saking banyaknya kamu merasa tidak layak memohon ampunan? Saking jauhnya berpaling, kamu merasa terlalu jauh untuk muter balik ke jalan yang lurus?

Jika iya, semoga kisah ini membuatmu sadar bahwa kamu salah.

Ini adalah kisah seorang pemuda yang tidak memiliki moral. Mabuk di depan publik. Tidak berpendidikan dan tidak berakhlak. Bahkan dia bisa dikatakan pemuda terbobrok di kota tempatnya tinggal.

Suatu hari pemuda ini melihat sekelompok orang berkumpul. Mereka mengelilingi seseorang yang mengendarai keledai.  Seseorang ini terlihat begitu dimuliakan, disegani, dan dihormati. Orang-orang dengan khusyuk menyimak tutur katanya. Setiap orang seolah ingin berbicara dengannya.

Pemabuk ini pun penasaran. Tanpa malu dia menerobos kerumunan dan mencegat keledai orang itu lantas bertanya dengan kasar, “Siapa kau?”

Orang-orang kerumunan melindungi orang itu dan menjawab, “Dia adalah Imam Asy-Sya’bi.”

“Siapa Imam Asy-Sya’bi?” tanya pemabuk itu.

“Seorang muhaddits,” jawab mereka.

“Apa itu muhaddits?”

“Orang yang menyampaikan hadits Nabi Muhammad ﷺ, menghafalnya, menyampaikannya, dan mengajarkannya. Itulah yang Imam Sya’bi lakukan.”

Lalu pemuda ini pun dengan sombongnya menantang Imam Asy-Sya’bi untuk menyampaikan sebuah hadits untuknya.

Perhatikan bagaimana respon Imam Asy-Sya’bi. Sebagai orang berilmu, beliau mampu membaca situasi dan dengan bijak memilih hadits yang pantas dan sesuai dengan pemuda tersebut.

Adapun hadits yang beliau pilih, berikut bunyinya:

عَنْ أَبِي مَسْعُوْدٍ عُقْبَةَ بْنِ عَمْرٍو الأَنْصَارِي البَدْرِي – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلاَمِ النُّبُوَّةِ الأُوْلَى: إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ” رَوَاهُ البُخَارِي.

Dari Abu Mas’ud ‘Uqbah bin ‘Amr Al-Anshari Al-Badri ra. ia berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Sesungguhnya di antara perkataan kenabian terdahulu yang diketahui manusia ialah jika engkau tidak malu, maka berbuatlah sesukamu!

(HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 3484, 6120]

Dan pada waktu itu, hati pemuda ini tidak hanya terketuk melainkan terbuka. Hadits ini begitu menampar untuknya yang selama ini tidak tahu malu. Atas kehendak Allah, melalui Imam Asy-Sya’bi, ia pun memutuskan untuk berubah.

Ia hijrah. Meninggalkan masa lalunya yang suram menuju kota Madina untuk menjemput masa depan yang terang dengan cahaya iman. Di Madina ia belajar langsung dengan Imam Malik Ibn Anas.

Setelah bertahun-tahun belajar, mantan pemabuk ini mohon izin kepada Imam Malik untuk mengunjungi Imam Asy-Sya’bi yang telah menjadi perantara hidayah untuknya. Maka ia pergi ke Al-Basra, tempat Asy-Sya’bi berada. Namun sesampainya di sana, ia mendapati bahwa orang yang paling berjasa dalam hidupnya telah meninggal dunia.

Sahabat pembaca sekalian, ketahuilah! Mantan alkoholik ini bernama Abdullah Ibn Maslamah al-Qa’nabi. Mungkin nama beliau terdengar asing, namun siapa yang tidak mengenal muridnya. Ketahuilah, mantan alkoholik ini adalah guru dari Imam Bukhari dan Muslim.

Kisah ini mengajarkan kita bahwa hidup adalah tentang perubahan. Jika kita mempelajari kehidupan Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya, mereka melakukan dua hal:

Mengubah diri mereka sendiri

Mengubah lingkungan dan orang lain

Jangan menunggu orang lain mengubah kita. Kita harus memimpin perubahan kita sendiri. Mulai dari menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Mulai dari meninggalkan hal-hal sepele.

Hijrah. Untuk menjadi yang terbaik dari yang sebelumnya berada di level terendah, kita harus sabar melewati proses yang tentu tidak mudah dan menuntut banyak pengorbanan. Namun sesulit apapun jalan itu, yakinlah selalu ada kemudahan. Dan selelah apapun kau menempuh jalan, yakinlah kan berujung bahagia.

قُلْ يَٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. Az-Zumar:53)

Kunci berubah itu adalah hijrah yang tidak ditunda-tunda. Karena entah kapan lagi Allah mengirim kita sinyal untuk kembali kepada-Nya.

Bersegeralah berubah!

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=8-QefEXahD0

One Comment
  1. Masyaallah,semoga kita termasuk orang” yg mendapat hidayah .amiin..🤲

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *