Ternyata, Inilah Sosok yang Dirindukan Bumi

by in Blog Oktober 19, 2021

Lebih dari 1000 tahun silam…
Seorang anak lahir dari sosok ibu yang mulia nan cerdas.

Pada saat melahirkan, sang ibu tidak mengalami rasa sakit. Namun, bayi tersebut lahir tanpa kehadiran sosok ayah, dikarenakan ayahnya meninggal dunia ketika bayi tersebut masih berada di dalam kandungan ibunya.

Bayi ini berasal dari keturunan-keturunan mulia yang disegani lagi dihormati.

Selama 2 tahun lamanya, bayi ini dirawat oleh seorang budak wanita dari ayahnya. Bukan hanya merawat dengan kasih sayang, tapi juga menjadi ibu asuh yang menyusui bayi itu.

Bayi ini dibesarkan dalam lingkungan orang-orang yang shalih. Semasa hidupnya, ia tidak pernah menguap, juga tidak pernah mengalami ihtilam (mimpi basah).

Tak seekor lalat pun pernah menghinggapi tubuhnya, akan tetapi, jika bertemu dengannya, tak seekor binatang pun menjauhinya.

Perawakan tubuhnya sedang, tidak pendek juga tidak terlalu tinggi. Namun, setiap kali duduk dan berdiri, pundaknya lebih tinggi dari yang lain.

Ketika ia berjalan di bawah terik matahari, tak ada bayangan yang mengikutinya, sedangkan awan selalu menaungi ke mana pun ia pergi.

Air liurnya harum, bahkan bisa menjadi obat bagi setiap luka. Ia mendengar apa saja yang tidak didengar oleh kebanyakan orang. Lidahnya fasih, kata-katanya teratur dan tersusun rapi.

Bicaranya sedikit, tapi penuh makna. Tuturnya halus, tidak menghina dan berkata kasar. Ia selalu memelihara akhlaknya kepada setiap orang, entah itu dikenal olehnya ataupun tidak.

Ia selalu melayani kebutuhannya sendiri, selagi ia mampu, ia tak akan mewakilkannya kepada orang lain.

Ketika ada yang berbicara dengannya, ia selalu menghadapkan wajahnya, bahkan, jika lawan bicara belum memahami perkataannya, ia rela mengulang ucapannya hingga tiga kali.

Kesederhanaan sudah mendarah daging dalam tubuhnya, ia tidak pernah mencela makanan, hanya menyantap makanan yang tersedia, tidak mencari-cari yang tidak ada.

Beliau selalu mengedepankan adab, seperti mendahulukan yang kanan dari pada yang kiri, makan minum dalam keadaan duduk tenang, dan tidak lupa membaca do’a.

Waktu tidurnya sedikit, dimulai dari setelah isya dan terjaga di sepertiga malam. Beliau tidur di atas kasur yang kasar. Bantalnya begitu sederhana, terbuat dari rumput yang sudah kering.

Kenyamanan dunia tidak menjadi bagian dari kehidupannya.

Bukan permadani ataupun sutra, alas duduk beliau hanyalah tanah. Terkadang duduk bersila, kadang duduk seperti dalam shalat. Ia tak pernah menjulurkan kakinya kedepan ketika ada orang di hadapannya.

Langkah kakinya tegap dan mantap, tapi tetap santun dan sopan. Ia berjalan mengangkat kaki, tidak menyeretnya sepanjang jalan.

Beliau tidak melepaskan tangannya terlebih dahulu sebelum orang yang berjabat tangan dengannya melepaskan tangannya terlebih dahulu.

Ada dua hal yang tidak pernah diserahkannya pada orang lain, yang pertama, perihal mengambil air wudhu di malam hari ketika hendak melaksanakan shalat tahajjud. Yang kedua, jika ada seseorang yang meminta sesuatu, beliau sendiri yang memberikannya.

Hatinya bersih, sikapnya dermawan, karakternya santun nan lembut.

(Dikutip dari buku Syarif Ali “Saat-Saat Istimewa Bersama Rasulullah Saw”)

Siapakah Sosok Mulia Itu?

Sosok itu adalah kekasih Allah, Rasulullah. Saw.

Sosok yang selalu memikirkan nasib ummatnya, sosok yang sudah dijamin masuk surga, namun tetap menaati segala perintah-Nya dan meninggalkan segala sesuatu yang dilarang oleh-Nya.

Sosok teladan yang bisa kita jadikan sebagai panutan.

Islam tidak akan berkembang, kecuali karena perjuangan beliau. Manusia tidak akan keluar dari lubang kebodohan kecuali atas bimbingannya. Tidak juga selamat dunia akhirat kalau bukan karena syafaatnya.

Beliau adalah orang pilihan-Nya. Yang mana, jika kita ikut akan segala sunnahnya, maka kejayaan akan kita dapatkan.

Namun, jika kita lalai dari ajarannya, maka kebinasaan pun akan jatuh keatas kita.

Naudzubillah..

Penulis: sya elbahri

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *