Blog

Syair Imam Syafi’i: Buat Para Perantau

by in Blog Agustus 10, 2021

“Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau pengembara.”

-Pesan Rasulullah saw. kepada Ibnu Umar

Sebagai umat muslim, nasihat untuk tidak terpedaya dengan kehidupan dunia tentu tidak asing di telinga. Namun, mengurung diri di rumah dengan alasan beribadah bukanlah penafsiran yang tepat.

Banyak ayat dalam Al-Quran yangberisi dorongan untuk menjelajahi bumi Allah. Salah satunya:

Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (Al-Mulk Ayat 15)

Salah satu tujuan menjelajahi dunia adalah menuntut ilmu. Selain berguru dengan guru, alam dan budaya yang berbeda juga memberikan banyak pelajaran untuk memperkaya wawasan.

Itulah tujuan Imam Syafi’i merantau ke berbagai negeri. Dari perjalanannya menuntut ilmu, lahirlah syair masyhur yang menginspirasi berikut ini:

 مَا فيِ المُقَامِ لِذِيْ عَقْلٍ وَذِيْ أَدَبٍ

مِنْ رَاحَةٍ فَدَعِ الأَوْطَانَ وَاغْتَرِب

Tidak ada tempat bagi orang yang berakal dan beradab untuk beristirahat, tinggalkanlah tanah kelahiran dan mengasingkandirilah.

سَافِرْ تَجِدْ عِوَضًا عَمَّنْ تُفَارِقُهُ

وَانْصَبْ فَإِنَّ لَذِيْذَ العَيْشِ فيِ النَصَبِ

Berkelanalah maka engkau akan menemukan pengganti orang-orang yang kau tinggalkan

Dan berlelah-lelahlah karena sesungguhnya nikmat hidup itu didapat saat kita berlelah-lelah

إِنِّيْ رَأَيْتُ وُقُوْفَ المَاءِ يُفْسِدُهُ

إِنْ سَالَ طَابَ وَإِنْ لَمْ يَجْرِ لَمْ يَطِبِ

Sesungguhnya saya melihat air yang tergenang itu pasti akan rusak, jika mengalir maka air tersebut akan baik jika tidak maka ia akan membusuk

وَالأُسْدُ لَوْلاَ فِرَاقُ الغَابِ مَاافْتَرَسَتْ

وَالسَهْمُ لَوْلاَ فِرَاقُ القَوْسِ لَمْ يُصِبِ

Dan singa jika ia tidak keluar dari belantaranya maka tak akan dapat menerkam mangsa, anakpanahpun jika tidak keluar dari busurnya maka tak akan mencapai sasaran tembak.

وَالشَمْسُ لَوْ وَقَفَتْ فيِ الفُلْكِ دَايِمَةً

لَمَلَّهَا النَاسُ مِنْ عُجْمٍ وَمِنْ عَرَبِ

Matahari manakala berdiam saja tidak berotasi maka seluruh penduduk dunia akan merasakan kebosanan.

وَالتِبْرُ كَالتُرْبِ مُلْقًى فيِ أَمَاكِنِهِ

وَالعُوْدُ فِي أَرْضِهِ نَوْعٌ مِنَ الحَطَبِ

Tanah yang mengandung emas akan seperti tanah biasa jika ia tetap berdiam di tempatnya (tidak berharga, berbeda jika ia dikelola menjadi emas), dan kayu cendana akan bernilai seperti kayu biasa jika ia hanya mendekam di pohon.

Syair ini senada dengan firman Allah dalam QS. Ar-Ra’du/13:11 yang berbunyi:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. . . “

Hidup di dunia hanyalah sementara. Jadi mari menjelajah untuk merenungi ciptaan-Nya

Salam Perantau

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *