Blog

Setan Menggoda dalam 6 Babak: Di Level Mana Kamu Terjebak?

by in Blog September 24, 2021

Kita tahu bahwa setan adalah musuh yang paling nyata, tapi apakah kita tahu bagaimana mengalahkannya?

Hayo, lhoo

Walaupun Al-Quran menyebutkan bahwa tipu daya setan itu lemah, namun kita tetap saja kalah kalau kita tidak menyusun strategi dan menyiapkan senjata yang mumpuni.

Padahal, selemah-lemahnya tipu daya setan, mereka telah menyusun taktik yang terorganisir, terstruktur, sistematis, dan menyiapkan rencana yang belapis-lapis. Sejak bersumpah, Iblis memimpin seluruh setan dari kalangan jin dan manusia ini bekerja dengan super duper optimis. Tapi, sekali lagi, Allah sebut tipu daya mereka itu lemah.

“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.”

An-Nisa/4: 76

Kalau kita masih kalah, bukankah berarti kita lebih lemah? 🙁

Tapi bukankah Allah telah memberikan kita nikmat berupa akal untuk memilah mana salah mana benar? Bahkan Allah memberikan kita keimanan dan petunjuk berupa Al-Qur’an. Maka seharusnya kedua nikmat ini harus kita maksimalkan fungsinya sebagai senjata untuk mengendalikan hawa nafsu dan membentengi diri dari godaan setan yang terkutuk.

Untuk menyusun strategi, mari kita pelajari strategi musuh terlebih dahulu! Siap?

Ibn Al-Qayyim menyebutkan enam babak godaan setan dalam menggoda manusia yaitu:

  1. Setan membujuk manusia agar mengingkari Allah atau menyekutukan-Nya. Jika tidak berhasil, dia beralih pada taktik kedua:
  2. Setan membujuk manusia agar melakukan bid’ah yang sesat. Jika manusia berpegang teguh pada Sunnah, setan beralih pada taktik ketiga:
  3. Setan menggoda manusia untuk melakukan dosa-dosa besar. Jika manusia terjaga dari dosa besar, setan beralih pada taktik keempat:
  4. Setan menggoda manusia untuk melakukan dosa-dosa kecil. Jika manusia terhindar dari dosa kecil, misalnya segera bertobat ketika menyadari dosa kecil yang dilakukannya, setan segera beralih pada taktik kelima:
  5. Setan menggoda manusia untuk menghabiskan waktunya dengan perbuatan yang sia-sia sehingga meninggalkan perbuatan yang berguna. Jika gagal, maka setan akan beralih pada taktik keenam:
  6. Setan menggoda manusia agar sibuk dengan perkara-perkara yang baik tetapi mengabaikan perkara-perkara yang lebih baik. Contohnya, seseorang disibukkan dengan ibadah-ibadah sunnah tetapi mengabaikan ibadah fardhunya.

Setiap babaknya, ada peningkatan level godaan yang beriring dengan meningkatnya level ketahanan kita terhadap godaan. Pertanyaannya, di babak mana pertempuran kita dan setan? Apakah menurut mereka kita cukup tangguh sebagai lawan atau justru diremehkan?

“Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasannya atas orang-orang yang beriman dan yang bertawakkal kepada Rabb-nya. Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.”

An-Nahl/16: 99-100

Ya Allah, lindungilah kami dari godaan setan yang terkutuk!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *