Satu-Satunya Cara Berjuang Tanpa Berusaha (dalam Hal Apa pun)

by in Blog November 16, 2021

“Setiap orang memiliki tujuannya masing-masing, memiliki mimpi dan cita-citanya masing-masing, juga memiliki harapan dan keinginannya masing-masing.”

Nah, ini bukan sebuah kebetulan. Mengapa? 

Karena, di antara ribuan bahkan jutaan manusia yang sedang aktif di media sosial, kamu adalah orang yang sudah Allah pilih untuk meng-klik artikel ini. 

Artinya, ada sesuatu kebaikan yang akan Allah kasi, jika kamu tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dengan membacanya sampai akhir. 

Di sini, kita akan membahas tentang satu-satunya cara berjuang tanpa berusaha dalam hal apa pun itu. 

Izinkan saya menebak, kamu yang sedang membaca tulisan ini, pasti sedang mencari solusi yang mudah dan instan, bukan? 

Sepertinya kamu sedang lelah, atau bahkan sangat lelah? 

Sehingga kamu rela meluangkan waktu berhargamu untuk membaca tulisan ini hanya demi sebuah solusi. 

Tepat sekali, ini dia solusinya… 

Eits, sebentar… Coba baca ulang judulnya, sepertinya ada yang salah? 

Nggak kok, judulnya sama sekali gak salah. Hanya saja, ada yang tidak beres dengan niat kamu dalam berjuang. 

Gak percaya? Coba tanya hati kamu! Untuk apa sebenarnya kamu berjuang? 

Untuk mendapatkan kesenangan semata?, untuk dapat gaji yang besar?, atau hanya untuk mendapatkan pengakuan dunia bahwa kamu hebat? 

Astaghfirullah… (Istighfar gih..) 

Sahabat, satu hal yang harus kamu ingat dan camkan dalam hatimu bahwa, tidak ada sebuah kesuksesan yang didapat kecuali dengan bekerja keras!

Sampai saat ini, belum ada riset yang membuktikan tentang kesuksesan diraih dengan mudah dan instan. Belum ada atau bahkan tidak ada! 

Tapi, jangan khawatir, di sini kita akan membongkar 1 rahasia pokok, yang menjadikan orang-orang hebat terdahulu, berhasil dan sukses. 

Rahasia terbesar ini sering kali dibocorkan, namun kebanyakan dari kita lebih memilih untuk mengabaikannya, bahkan menganggap hal ini tidak begitu penting. 

Allah berfirman dalam (QS. Al Mu’minin ayat: 60) 

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’.”

Tuh kan, pasti sudah banyak yang tahu, tapi tetap saja “ngeyel” alias bandel, gak mau percaya, dan susah dibilangin.

Astaghfirullah… 

Jika dengan Tuhan saja kita tidak percaya, lantas, siapa sebenarnya yang selama ini kita imani? 

Perlu kita ketahui, bahwa doa adalah sebaik-baik senjata. 

“Sekuat apa pun kamu berusaha, sebesar apa pun pengorbanan yang kamu lakukan, tidak akan berharga jika tidak disertakan doa dalam setiap langkahnya.” Camkan itu! 

“Udah doa, tapi tetap aja gaada hasil?”

Periksa doamu selama ini, mungkin ada yang keliru, atau belum spesifik? 

Sewaktu acara pelatihan karakter pendidikan di Maskanul Huffadz (14/11/21), Dr. Dirgantara Wicaksono, akrab dengan panggilan Pak Bombom mengatakan, “Jika impian kita ingin Allah kabulkan, maka berdoalah sebagaimana kita menggunakan Google Maps. Maksudnya ialah berdoa dengan sejelas-jelasnya, bersifat spesifik dan detail. Karena, Google akan mengarahkan kita pada lokasi yang kita tuju. Sama halnya dengan doa, Allah akan mengarahkan kita pada sesuatu yang kita minta.”

Pak Bombom juga menambahkan, bahwa apa yang disampaikannya tentang doa tadi, berdasarkan dari pengalaman beliau dalam proses meraih impiannya.

Artinya, Google Maps membutuhkan waktu dan proses untuk mengarahkan kita pada lokasi yang kita tuju. 

Begitu pun dengan doa, bersabarlah, Allah pasti mengabulkan impian yang selama ini kita semoga kan. 

Hanya saja, butuh waktu dan proses untuk sampai pada tujuan sukses. 

Doa yang dimaksud adalah doa dengan sungguh-sungguh, jelas, detail, dan penuh pengharapan kepada Allah. Swt. 

Tapi ingat, pikiran positif tidak boleh ditinggalkan. 

Jika Allah belum mewujudkan impian kita atau bahkan menggagalkan rencana kita, mungkin ada hal yang lebih pantas yang tentunya lebih baik untuk kita ke depannya. 

Firman Allah dalam QS. Al-Baqarah: 126 yang bisa kita jadikan sebagai reminder. 

……وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ ࣖ

“…..boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” 

Jadi mulai sekarang, tajamkan lagi senjatanya.. Teruslah berdoa, tambah usaha lagi, bermimpilah setinggi mungkin.

Sampai Allah menghentikan perjuangan kita dengan cara-Nya yang menyadarkan kita untuk bersyukur dan menerima apa yang telah Ia takdirkan. 

Tetap semangat dan semoga bermanfaat ☺ 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *