Blog

Salfok Paling Bobrok

by in Blog Maret 8, 2021

Tentang glowingnya dunia yang fana

glowing kan dunianya hehe

*Pastikan kamu benar-benar memahami definisi salfok biar nanti nggak salfah (salah faham) hehe

Bismillah,

Ketika kita lebih fokus memperhatikan teman dari pada guru yang sedang mengajar, bukan tidak mungkin kita dikeluarkan dari kelasnya. Jelas, ngobrol bareng teman jauh lebih mengasyikkan. Tapi tujuan kita ke sekolah adalah belajar.

Ketika kita sibuk memupuk kekayaan, semakin ia menumpuk semakin membuat kita lupa bahwa itu hanya titipan. Jelas, harta memperbudak kita untuk memperkaya diri sendiri ketimbang membelanjakannya di jalan Allah. Padahal dalam harta itu ada hak mereka yang lebih membutuhkan.

Dua contoh di atas menunjukkan betapa ‘salfok’ membuat kita lalai, teralihkan, berbelok, dan menyimpang dari tujuan utama sebab ada sesuatu yang jauh lebih memikat jiwa kita. Sesuatu yang lebih indah, menawan, cantik, dan menarik hati.

Kita sulit mengalihkan pandangan mata kita dari bunga mawar yang merekah, atau dari bangunan yang megah, mobil yang mewah, harta berlimpah, dan wanita yang memesona. Sahabat, ketahuilah bahwa ini semua adalah dunia.

Allah berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 14:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”

Ayat tersebut menunjukkan bahwa memang sudah fitrahnya pandangan atau fokus kita tertuju pada dunia dan kemegahannya. Perlu kita sadari bahwa itulah letak ujiannya. Apakah kita akan salfok dengan dunia atau tetap fokus pada tujuan utama?

Apa tujuan utama kita? Perhatikan firman Allah dalam QS. Taha ayat 131:

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

“Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.”

Tujuan awal kita diciptakan adalah untuk menyembah Allah. Beribadah untuk mempersiapkan bekal menuju kehidupan yang kekal. Namun fokus kita teralihkan oleh kemegahan dan keglowingan dunia. Padahal kesenangan dunia hanya semu dan sementara.

Emang seglowing apa sih dunia?

Selain karena kita diformat menyukai hal-hal duniawi, ada faktor lain yang mendukung salfok kita semakin bobrok. Dalam QS. Fathir ayat 5, Allah menyebutkan faktor sekaligus solusi untuk mengembalikan fokus kita.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۖ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

“Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.”

Kepandaian syaithan disebutkan dalam QS. An-Nahl ayat 63 yang artinya, “tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk).”

Tujuan awal penciptaan kita adalah untuk menyembah atau beribadah. Perbuatan selain menyembah dan beribadah adalah dosa. Maka dosa tidak lain adalah wujud ke-salfok-an kita pada dunia dan syaitan yang pandai mendekor perbuatan dosa terlihat baik membuat salfok kita semakin bobrok.

Tapi tenang, setiap masalah ada solusi.

Solusi untuk mengembalikan kefokusan kita adalah dengan yakin bahwa janji Allah itu benar. Janji yang mana?

  1. Tempat kembali di sisi Allah adalah lebih baik (3:14),
  2. karunia Tuhanmu adalah lebih baik dan lebih kekal (20:131) dan masih banyak ayat-ayat serupa

Karena sejatinya dunia ini dihiasi dengan syahwat sementara syahwat itu sendiri adalah cover neraka. Sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda: “Neraka diliputi oleh hal-hal yang disenangi nafsu, sedangkan surga diliputi dengan hal-hal yang tidak disenangi hawa nafsu.”-HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah.

Sebagaimana kita butuh banyak minum air untuk fokus dalam berkegiatan sehari-hari, kita butuh Al-Qur’an untuk kefokusan spiritual kita. Al-Quran adalah petunjuk, tanpanya kita akan salfok dan tersesat.

Di dalam al-Quran kita menemukan tauladan yaitu Nabi Sulaiman as. Dalam Kitab Nashoihul ‘Ibad disebutkan bahwa kelak di hari kiamat, Allah akan bertanya: “Wahai orang kaya mengapa kamu tidak beribadah?” Lalu mereka menjawab, “Karena kami sibuk mengurus harta.” Allah lantas berkata, “Tidakkah kamu tahu siapa itu Sulaiman? Ia adalah orang terkaya di dunia, tapi dia mau beribadah.”

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.-QS. Al-Hadid/57:20

Catatan:

Tidak boleh salfok dengan dunia bukan berarti benar-benar berpaling dari dunia. Bagaimanapun kita membutuhkannya. Oleh sebab itu Rasulullah ﷺ bersabda: “Sebaik-baik kalian bukanlah orang yang meninggalkan dunianya untuk mengejar akhiratnya, dan bukan pula orang yang meninggalkan akhiratnya untuk mengejar dunianya. Akan tetapi, sebaik-baik kalian adalah mereka yang mengambil dunia dan akhirat secara proporsional.” -HR. Dailami dan Ibnu ‘Asakir dari Anas bin Malik.

Dalam hadits lain, “Sebaik-baik kendaraan adalah dunia, maka pergilah kamu (ke akhirat) dengan kendaraan dunia, niscaya dunia itu akan mengantarmu ke akhirat (surga).”

Yaitu dengan menginfakkan harta di jalan Allah dan bermanfaat bagi sesama.

Alhamdulillah, 08/03/2021

Oleh Qomariah

One Comment
  1. bermanfaat sekali:) semoga menjadi rutinitas untuk terus berbagi pengetahuan, syiar dan dakwah dalam menulis, salam rindu dari Bogor

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *