TAHSIN

Pada bulan pertama, sebelum menghafal, santri baru akan memasuki tahapan Tahsin. Selama belajar tahsin, santri baru belum diperkenankan untuk menghafal. Mereka hanya akan diberi targetan tilawah sebanyak 10 juz/hari selama 1 bulan. Selama 1 bulan ini juga santri akan diajari teori dan praktek ilmu tahsin dan tajwid Al Quran, Bahasa Arab Dasar, dan Terjemah Al Quran Mandiri. Keseluruhan program ini bertujuan untuk memudahkan santri ketika sudah masuk ke tahapan menghafal.

TAHFIDZ

Ketika program tahsin sudah selesai, maka tahapan selanjutnya santri akan mengahafal ayat demi ayat, juz demi juz Al Quran.

Target hariannya adalah 3 halaman/hari. Setiap santri selesai menyetorkan 1 juz hafalan, maka mereka akan menghadapi ujian 1 juz, dan setelah selesai menyetorkan 30 juz, maka akan ada wisuda Tahfidz.

MUTQIN

Setelah wisuda tahfidz 30 juz, maka tahapan selanjutnya adalah program mutqin (murajaah memperkuat hafalan). Pada program mutqin ini, santri setiap hari harus menyetorkan ulang hafalannya sebanyak 5-10 halaman perhari. 

Setiap selesai menyetorkan 5 juz, santri harus tasmi’ (memperdengarkan hafalannya) dalam satu kali duduk (tanpa jeda/berhenti ). Dan setiap selesai menyetorkan 10, 20, Dan 30 juz, akan ada ujian melanjutkan ayat. Begitu seterusnya hingga target akhir dari program ini adalah santri bisa tasmi’ 30 juz dalam sekali duduk. Setelah selesai men-tasmi-kan 30 juz hafalannya, mereka akan menjadi peserta wisuda mutqin.

PELATIHAN ENTERPRENEURSHIP

Awal pendirian Maskanul Huffadz , hingga 2 tahun berjalan, MH hanya berfokus memberikan bekal Al Quran dan mencetak guru-guru Quran. Tapi melihat perkembangan ke depannya, bahwa banyak anak-anak dhuafa dari seluruh Indonesia ingin bergabung di MH, maka MH terus berpikir agar mandiri secara pembiayaan oprasional tanpa bergantung penuh dengan donatur.

Hal lainnya, MH menginginkan para santri kelak tak hanya pandai dalam mengamalkan ilmunya dari Al Quran, juga pandai dalam berbisnis. Agar kelak maruah para penghafal Quran tetap terjaga dengan menjadi seorang pembisnis handal, mandiri secara finansial bahkan kelak bisa membuk lapangan pekerjaan bagi orang lain.

“Wahai Rasulullah, mata pencaharian (kasb) apakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Pekerjaan seorang dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur (diberkahi).” (HR. Ahmad 4: 141, hasan lighoirihi)

Itu sebabnya, setelah selesai masa belajar, para santri yang telah selesai 30 juz Al Quran , akan masuk dalam masa pengabdian. Mereka akan dibekali dengan ilmu enterpreunership dan langsung mempraktekkan ilmunya untuk berjualan online.

Seluruh pengasilan akan diberikan untuk membiayai santri dhuafa lainnya di MH.

Setelah selesai masa pengabdian, mereka telah memiliki bekal yang cukup untuk melanjutkan hidup dengan Al Quran dan jiwa yang terdidik sebagai seorang enterpreuner.