Blog

Peringatan dari Al-Quran untuk PENGUSAHA BERIMAN

by in Blog Juli 29, 2021

Sesungguhnya setiap umat memiliki ujian, dan ujian umatku adalah harta (HR. Tirmidzi)

Siapa yang tidak mau menjadi pengusaha sukses?

Semua orang ingin. Sayangnya banyak yang keliru dalam mendefinisikan kata ‘sukses’ yang membuat pengusaha di luar sana menghalalkan segala cara agar bisnisnya laris manis. Sebagaimana sifat manusia yang difirmankan Sang Pencipta:

وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا

Dan kalian mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan. (Al-Fajr/89:20)

Yang dibenci Allah adalah sikap berlebihan dalam mencintai harta dan properti. Allah sama sekali tidak melarang hamba-Nya menjadi pembisnis yang kaya raya. Bahkan Rasulullah ﷺ sendiri adalah pedagang yang sukses dengan karir bisnis yang gemilang.

Namun, sebagaimana yang telah beliau contohkan, tentu ada aturan dan batasan yang wajib kita perhatikan agar bisnis yang dijalankan tidak hilang keberkahan dan bernilai ibadah.

Itulah sukses yang sebenarnya.

Al-Quran sebagai pedoman berisi peringatan untuk seluruh alam. Adapun peringatan yang berhubungan dengan perniagaan, berikut beberapa ayat yang telah penulis rangkum;

  • Al-Baqarah ayat 282

Ayat terpanjang dalam Al-Quran ini menjelaskan tentang utang. Tidak sedikit perintis usaha yang menjadikan utang sebagai solusi untuk kebutuhan modal.

Lantas, bagaimana utang dalam perspektif Al-Quran? Apakah haram?

Tidak.

Berutang untuk modal membuka usaha termasuk bentuk ikhtiar untuk memperbaiki keadaan ekonomi. Allah swt membolehkannya dengan syarat dan ketentuan berlaku yang tertulis sebagai berikut:

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Janganlah penulis menolak untuk menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadanya, maka hendaklah dia menuliskan. Dan hendaklah orang yang berutang itu mendiktekan, dan hendaklah dia bertakwa kepada Allah, Tuhannya, dan janganlah dia mengurangi sedikit pun daripadanya. Jika yang berutang itu orang yang kurang akalnya atau lemah (keadaannya), atau tidak mampu mendiktekan sendiri, maka hendaklah walinya mendiktekannya dengan benar. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi laki-laki di antara kamu. Jika tidak ada (saksi) dua orang laki-laki, maka (boleh) seorang laki-laki dan dua orang perempuan di antara orang-orang yang kamu sukai dari para saksi (yang ada), agar jika yang seorang lupa, maka yang seorang lagi mengingatkannya. Dan janganlah saksi-saksi itu menolak apabila dipanggil. Dan janganlah kamu bosan menuliskannya, untuk batas waktunya baik (utang itu) kecil maupun besar. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah, lebih dapat menguatkan kesaksian, dan lebih mendekatkan kamu kepada ketidakraguan, kecuali jika hal itu merupakan perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu jika kamu tidak menuliskannya. Dan ambillah saksi apabila kamu berjual beli, dan janganlah penulis dipersulit dan begitu juga saksi. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sungguh, hal itu suatu kefasikan pada kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan pengajaran kepadamu, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

  • Ali-Imran/3:130

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda] dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.

(Ali Imran/3:130)

Sebesar apapun keuntungan dari riba, itu hanyalah keuntungan yang semu. Justru dengan menjauhi riba, keuntungan sebenarnya didapatkan.

  • Ali Imran/3:180

“Dan sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahwa kebakhilan itu lebih baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan di leher mereka kelak pada hari kiamat. Dan kepunyaan Allah segala warisan yang ada dilangit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Rasa cinta yang berlebihan terhadap harta membuat manusia senang mengumpulkan harta dibanding bersedekah. Ingat selalu bahwa di dalam harta kita, ada hak orang yang membutuhkan.

  • At-Taubah/9:34-35

Golongan ‘sultan’ wajib menjadikan ayat ini sebagai cambuk. Golongan elite wajib meningat ayat ini setiap kali sifat manusiawi membuncah.

Begini bunyi ayatnya:

”Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: ”Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.”

(QS At Taubah [9]; 34-35)

Siksaan Allah amatlah pedih. Namun ingat, kasih sayang Allah mengalahkan kemurkaan-Nya. Adanya peringatan ini tidak lain karena Allah tidak mau hamba-Nya merasakan azab tersebut.

  • Al-Munafiqun/63:9

Ayat ini mengingatkan tentang kerugian sebenarnya. Bukan usaha yang bangkrut. Bukan juga jatuh miskin. Melainkan lalai dalam mengingat Allah swt.

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.

(Al-Munafiqun/63:9)

Jangan sampai harta kita membuat kita lupa bahwa Allah-lah yang Maha Kaya, yang telah memberi kita rezeki. Dengan kesadaran itu, tentu tidak akan berat  menafkahkan sebagian rezeki di jalan Allah swt.

https://kitabisa.com/campaign/bangunpesantrentahfidzmaffaz

  • Al-Jumuah/62:9

Senada dengan Al-Munafiqun ayat 9, namun ayat ini menekankan khusus di hari Jum’at. Allah berfirman:

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan sholat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

(Al-Jumu’ah/62:9)

Mengingat banyaknya keutamaan di hari Jumat yang sayang untuk dilewatkan. Ada banyak sunnah yang dapat diamalkan sebelum berangkat shalat Jum’at. Selain itu, Rasulullah ﷺ memberikan dorongan untuk datang di awal waktu.

“Ada tiga perkara yang seandainya semua orang mengetahui apa yang ada di dalamnya, tentu mereka akan lari seperti unta untuk memburunya. Ketiganya adalah azan, barusan paling depan, dan berangkat sholat Jumat lebih awal.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Al-Mukminun/23:55-56

Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka ? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.

(Al-Mukminûn/23:55-56)

Tidak sadar bahwa sebenarnya setiap hamba sama di hadapan Allah SWT. Kekayaan yang Allah titipkan tidak menjadikan seorang hamba lebih mulia. Semoga kita termasuk orang-orang yang sadar bahwa harta adalah ujian.

Aamiin

Masih banyak lagi ayat-ayat peringatan bagi pengusaha beriman. Insyaallah disampaikan di artikel selanjutnya serta menyusul kabar gembira untuk pengusaha yang beriman.

Wahai manusia! Kamulah yang memerlukan Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu), Maha terpuji. (Fâthir/35:15)

Referensi: https://almanhaj.or.id/3537-harta-sumber-celaka.html

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *