Blog

Peringatan 10 Muharram dan Larangan Menyerupai Yahudi | Ust. Bukhari Yusuf Lc. MA.

by in Blog, Gallery Foto, Kajian Internal Agustus 20, 2021

“Siapa yang tahu perbedaan orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat?” tanya Ustadz Bukhari Yusuf Lc. MA.

Seluruh santri maupun pengajar/pengurus tahfidz Maskanul Huffadz dengan khidmat mendengarkan materi yang beliau sampaikan. Bahkan ketika pertanyaan itu dilontarkan, tidak sedikit yang antusias mengangkat tangan untuk menjawab.

“Sebagaimana yang Ustadz sampaikan, orang-orang yang dimurkai (الۡمَغۡضُوۡبِ) adalah orang-orang Yahudi, yang mempunyai ilmu tapi gagal dalam amal. Sedangkan orang-orang yang sesat (الضَّآلِّيۡنَ) adalah orang-orang Nasrani, yang beramal tanpa ilmu,” jawab salah seorang pengurus.

“Ahsanti,” sahut Ustadz Bukhari yang artinya: “Kamu benar.”

Namun beliau mengevaluasi jawaban tersebut bahwa definisi lebih tepat untuk orang yang dimurkai adalah orang yang tahu kebenaran tapi membangkang.

Ustadz pun sedikit menyinggung soal Yahudi, Israel, dan Zionis yang sebenarnya berbeda. Namun pembahasannya akan memerlukan waktu yang tidak sebentar, kata beliau.

Tujuan beliau membahas tafsir Al-Fatihah ayat 7 adalah untuk menegaskan larangan menyerupai kaum lain yang juga diaplikasikan dalam peringatan hari Asyuro/10 Muharram.

Asal mula Puasa ‘Asyura

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma ia berkata, bahwa saat Rasulullah tiba di Madinah beliau menjumpai orang Yahudi berpuasa di hari Asyura, beliau kemudian bertanya kepada masyarakat Yahudi, “Ada apa ini?”

Yahudi menjawab, “Ini adalah hari yang baik, di hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya (Fir’aun), maka Nabi Musa berpuasa di hari ini.”

Rasulullah bersabda, “Kami ummat Islam lebih berhak meneladani Nabi Musa dibanding kalian.” Kemudian Rasulullah berpuasa dan menganjurkan umat Islam untuk berpuasa di hari itu. (HR Bukhari dan Muslim)

Untuk membedakan dengan puasa orang Yahudi, Rasulullah SAW bersabda: “Kalau saya lanjut umur sampai tahun yang akan datang, saya akan berpuasa tasu’a tanggal 9 Muharram.” (HR.Muslim)

Ustadz Bukhari Yusuf mengingatkan seluruh santri untuk serius mempelajari Al-Quran, karena hanya Al-Quran yang dapat mengangkat derajat manusia.

Mssih banyak lagi butir-butir ilmu yang beliau sampaikan dalam acara buka bersama tersebut. Setiap santri mengabadikannya dalam catatan masing-masing yang insyaallah juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Jazakallahu khair Ustadz Bukhari Yusuf, Lc. MA. atas kehadiran dan ilmu yang sudah diwariskan. Semoga Allah senantiasa merahmati di setiap langkah kehidupan.

Aamiin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *