Penyakit yang Menyeramkan Ini Tidak Bisa Disembuhkan oleh Medis

by in Blog November 11, 2021

Penyakit ini sangat berbahaya jika tidak segera diobati. Karena butuh proses dan waktu yang cukup panjang untuk sembuh dari penyakit ini.

Dan satu hal yang perlu kamu tahu, bahwa tidak semua penyakit bisa disembuhkan oleh bantuan dokter. Salah satunya penyakit ini!

Saking bahayanya, penyakit ini bisa timbul di mana saja tanpa memandang tempat. Ibarat virus yang dapat menyebar, penyakit ini pun begitu.

Bahkan hampir semua kalangan berpotensi terkena penyakit ini, entah itu orang tua, remaja, ataupun anak-anak.

Penyakit berbahaya ini biasa disebut dengan penyakit hati. Sama halnya dengan lever, timbulnya penyakit ini banyak macamnya, namun berbeda dari segi sebabnya.

Kalau penyakit lever, disebabkan karena terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak. Sedangkan sebab dari penyakit hati ini terhitung gaib, alias tak terlihat dalam bentuk fisik.

Hasan Muhammad as-Syarqawi dalam kitabnya Nahw ‘Ilmiah Nafsi membagi penyakit hati ke dalam sembilan bagian, yaitu:

  1. Pamer (riya’)
  2. Marah (al-ghadhab)
  3. Lalai dan lupa (al-ghaflah wan nisyah)
  4. Was-was (al-was-wasah)
  5. Frustrasi (al-ya’s)
  6. Rakus (tama’)
  7. Terperdaya (al-ghurur)
  8. Sombong (al-ujub)
  9. Dengki dan iri hati (al-hasd wal hiqd).

Tentu, penyakit seperti ini tidak dapat disembuhkan oleh bantuan medis. Apa iya??

Yaps benar, penyakit ini tidak bisa disembuhkan oleh dokter medis. Kenapa?

Karena 5 × suntikan dokter masih tidak mempan menghilanglan penyakit sombong.

Puluhan botol infus pun belum bisa mengatasi penyakit ujub (senang memuji diri sendiri).

Bahkan ratusan pil dan kaplet pun, tetap saja tidak bisa mengobati penyakit iri dan dengki.

Bahaya banget kan..

Untuk itu, coba periksa hati kita masing-masing, khawatir jikalau ternyata ada penyakit hati dalam diri kita.

Mungkin, kita sering tidak sadar membenci orang lain tanpa sebab, atau merasa diri lebih baik dari orang lain, atau bahkan terselip rasa iri atas pencapaian orang lain?

Kalau memang ada, sudah sepantasnya kita mulai berobat. Bukan ke rumah sakit ya…

Obatnya ada di dalam diri kita masing-masing.

“Ma’anzalallahu daa an, illa anzala lahu syifaan,”

Artinya,“Allah tidak akan menurunkan satu penyakit kecuali Allah turunkan juga obatnya”. (HR.Bukhori)

Bukankan begitu?

Benar sekali, Rasulullah sudah mengajarkan bagaimana cara mengobati penyakit berbahaya ini. Namun, setiap penyakit itu berbeda-beda cara mengatasinya.

Cara terampuh untuk mengobatinya adalah melalui lawan dari penyakit itu sendiri.

Contoh, rendah hati adalah lawan dari sifat sombong, maka dari itu, untuk mengobati sifat sombong dengan cara melarih diri untuk terus bersikap rendah hati, agar lekas sembuh dari penyakit sombong.

Penjelasan ini sebagian sudah dibahas dalam artikel-artikel sebelumnya di blog Maskanul Huffadz.

Selebihnya, bisa berkonsultasi langsung dengan para ulama’, mengikuti kajian-kajian islami sambil memperbanyak mendekatkan diri kepada Allah.

Karena, kalau diri sudah dekat dengan Allah, insyaallah perlahan penyakit hati itu akan luntur dengan sendirinya.

Jika yang kita masukkan ke dalam diri kita adalah yang baik-baik, maka yang dikeluarkan pun akan baik.

Sama halnya dengan perumpamaan wadah yang berisi air kotor di dalamnya.

Jika wadah itu diisi air bersih dengan terus menerus, maka air yang kotor tadi pun akan keluar, kemudian secara otomatis, akan terganti dengan air yang bersih.

Jangan lupa untuk sering-sering cek kondisi hati ya..

 Pastikan jangan sampai terkena penyakit hati, soalnya, kalau sudah stadium 4, akan susah mengobatinya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *