Blog

Penghafal Al-Qur’an, Tetapi Lupa Sama Hafalannya Apa Yang Harus Dilakukan?

by in Blog September 20, 2021

Dari Abdullah bin ‘Amr Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

“Dikatakan kepada orang yang membaca (menghafalkan) Al-Qur’an: ‘Bacalah dan naiklah serta tartillah sebagaimana engkau di dunia mentartilkannya. Karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca (hafal).” (HR. Abu Daud no.1464 dan Tirmidzi no.2914 Syaikh Albani dalam Assilsialah Asshohihah no.2240 mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dari sekian banyak penghafal Al-Qur’an, hampir semuanya sering bertanya apa yang harus dilakukan apabila lupa terhadap hafalannya? Mana yang lebih diutamakan: berhenti menghafal lalu fokus memperbaiki hafalan lama atau tetap menambah hafalan sekaligus  memperbaiki hafalan lama secara bersamaan?

Bahkan banyak orang memilih tidak menghafal Al-Qur’an dikarenakan takut akan dosa apabila lupa terhadap hafalannya atau tidak bisa mengamalkan isi Al Qur’an.

Berikut ini satu persatu akan kita bahas mengenai permasalahan-permasalahan di atas:

Syaikh Prof. Dr. Sulaiman Ar Ruhaily Hafidzahullahu memaparkan pendapatnya:

“Hafalan Al Qur’an merupakan salah satu karunia besar Allah SWT. terhadap seorang hamba kemudian manusia dinamakan insan karena banyak nisyan (lupa). Maka seorang manusia wajib:

  • Menyadari bahwa hafalan Al Qur’an merupakan nikmat paling besar dari Allah SWT. yang di berikan kepadanya. Kenapa? Karena tingkatannya di surga kelak sesuai dengan jumlah hafalannya. Pada hari kiamat ketika ia sudah sampai ketingkatan yang sesuai dengan amalnya atas karunia Allah SWT. Akan di katakan kepadanya “Bacalah! Naiklah! Dan tartilkanlah bacaanmu! Tingkatan surgamu sesuai akhir ayat yang engkau baca.” (HR.Tirmidzi no.2914)

Bacalah dengan tartil bukan dengan hadr (cepat). Bacalah pelan-pelan dengan tartil! Karena bersamaan dengan  ayat yang engkau baca tingkatan surgamu akan terus naik. Tingkatan (bonus) mu di surga berada pada akhir ayat yang dapat engkau baca bahkan berada pada akhir huruf ayat yang engkau baca.

  • Menyadari hakikat diri manusia yang banyak lupa sehingga engkau akan bersemangat untuk menjaga nikmat hafalan ini dengan banyak-banyak mengulang hafalan tersebut (muraja’ah) agar tidak lupa. Kemudian cara terbaik (paling berkualitas) untuk mengulang-ulang hafalan ketika shalat malam (tahajjud).

Apabila engkau jaga hafalanmu dan sering engkau baca (muraja’ah) maka Al Qur’an kan menetap dalam ingatanmu. Namun, kalau tidak maka hafalanmu akan lebih cepat hilang daripada onta yang di ikat dengan tali iqol (di lututnya).

Ketika engkau lupa, ulang-ulang lagi hafalan tersebut dan teruslah menambah hafalan! Jangan berhenti menambahnya karena banyak orang berhenti menghafal secara total dengan alasan memperbaiki hafalan yang lama, dan akhirnya merekapun juga malas untuk memperbaiki hafalan lama (muraja’ah).”

Jadi perbaiki manajemen (pengaturan) waktumu dan bacalah hafalan lama ketika shalat malam. Berikan waktu terbaik (paling berkualitas) untuk firman Allah. Firman Allah (Al-Qur’an) adalah ucapan terbaik, banyak di antara kita memberikan waktu-waktu sisa untuk Al-Qur’an, tidak ada waktu khusus untuknya. Merupakan suatu hal yang baik ketika setiap kali seseorang memiliki waktu luang untuk Al-Qur’an misalnya; sebelum subuh, setelah subuh.  Jangan pernah engkau lalui harimu tanpa menambah hafalan walaupun itu satu ayat. Tetap hafalkan satu ayat walau bagaimanapun kualitas hafalan lamamu. Anggaplah hafalanmu hanya sedikit, maka tetap ulangi (muraja’ah) hafalan tersebut dan bertekad lah dalam diri untuk tidak satu haripun terlewatkan untuk menambah hafalan walaupun itu satu ayat.

Mungkin Allah akan memudahkanmu menghafal beberapa ayat dalam sehari tapi yang menjadi tekad (target) adalah cukup satu ayat dan engkau mengulang-ulang hafalan lama. Engkau akan dapati dirimu telah menghafal seluruh Al-Qur’an dan segala puji hanya milik Allah.

“Barangsiapa yang jujur kepada Allah maka Allah akan mewujudkan impiannya.”

Dr. Sulaiman Ar-Ruhaily

Al-Qur’an adalah hafalan yang paling berharga, jangan tinggalkan bacaannya dan jangan sia-siakan hafalannya. Kemuliaan seorang muslim adalah saat dia membaca Kalam Allah SWT.

Semoga Istiqomah sama Al-Qur’annya😊

Ditulis oleh: ZahraSitompul

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *