Blog

Pendosa dan Turunnya Hujan

by in Blog, Gallery Foto, Info Maskan, Tips Maskan Maret 3, 2021

Percakapan antara Allah dan Nabi Musa as. /Kisah

Dalam agenda menyambut 39 hari menuju Ramadhan, kali ini kita membahas salah satu ayat di surah ke-39 yakni Az-Zumar ayat ke 53.

قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

“Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar/39:53)

Allah sering sekali menggabungkan dua sifat ini; Pengampun dan Penyayang. Mengapa?

Kisah Pendosa dan Turunnya Hujan ini akan menjawabnya.

Suatu masa pada zaman Nabi Musa as. hujan berhenti turun untuk jangka waktu yang tidak sebentar. Bertahun-tahun mereka semakin dilanda kekeringan hingga kaum Nabi Musa datang dan memintanya untuk meminta kepada Allah agar segera menurunkan hujan.

Nabi Musa as. kemudian bertanya kepada Allah SWT mengenai alasan hujan yang tidak kunjung turun. Allah pun menjawab bahwasannya ada seorang pendosa di antara kaum Nabi Musa as. yang tidak pernah sekalipun memohon ampunan untuk dosa-dosanya selama 40 tahun.

Sebelum pendosa ini meninggalkan kaum tersebut maka Allah tidak akan menurunkan hujan. Demikianlah kesepakatan dibuat.

Nabi Musa as. mengumpulkan semua kaumnya dan mengatakan, “Wahai Kaumku, ada seseorang di antara kalian yang telah melakukan dosa selama 40 tahun dan tidak pernah sekalipun bertaubat. Siapapun dia, biarkan dia pergi meninggalkan tempat kita agar hujan kembali turun.”

Namun, tidak seorang pun yang tahu siapa ‘seseorang’ itu dan tidak ada seorang pun yang beranjak untuk pergi. Lagi pula manusia mana yang mau mengakui dosanya di depan banyak orang. Namun jika tidak ada yang beranjak pergi maka ‘seseorang, yang di maksud masih ada di antara mereka dan hujan tidak akan pernah turun.

Namun ajaibnya, Allah menurunkan rahmat-Nya berupa hujan. Padahal tidak seorang pun meninggalkan tempat sebagaimana syarat yang dikatakan Nabi Musa as. Hal ini membuat orang-orang bertanya-tanya, termasuk Nabi Musa as.

Maka Nabi Musa as. kembali bertanya kepada Allah SWT, ” Ya Allah, bukankah hujan tidak akan turun sampai seseorang pergi, namun tidak ada yang bergerak dan hujan mulai turun? Mengapa?”

Lalu Allah memberikan jawaban yang begitu mendalam. Jawaban yang jika kita renungi maka mustahil bagi para pendosa untuk tidak menangis.

Allah menjawab, “Hamba-Ku telah membuat pertobatan yang tulus, Aku tidak bisa menolak untuk mengampuninya.”

Mendengar jawaban itu Nabi Musa as. penasaran dengan ‘seseorang’ yang dimaksud. Seseorang yang telah berbuat dosa selama 40 tahun namun dengan mudah Allah ampuni. Nabi Musa berharap bisa mengambil manfaat darinya. Lalu Nabi Musa as. menanyakan namanya kepada Allah SWT.

Namun Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang menjawab, “Oh Musa, Aku telah menyumbunyikan dosanya ketika dia masih pendosa dan Aku tidak membongkar (aib)nya. Apa kau pikir Aku akan membeberkannya sekarang setelah ia bertaubat?

Selain mengampuni dosa-dosa kita, Allah pun enggan mengingat-ingatnya bahkan malaikat pun Allah buat lupa. Sebab ketika mendapati hamba-Nya bertaubat, Allah jauh lebih bahagia dari orang yang menemukan barangnya yang hilang.

Semoga dengan kisah ini kita mau membuat Allah senang dengan kembali kepada-Nya sebagai sebaik-baik pendosa.

كُلُّ بَنِى آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ

Setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat. (HR. Ahmad)

Bagikan artikel ini agar bukan cuma Sahabat yang mendapatkan manfaatnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *