Miliki 10 Karakter Ini dan Jadilah Muslim Sejati

by in Tips Maskan Maret 27, 2021

Ikhtisar Syarah 10 Muwashafat karya Muhammad Husain Isa Ali Manshur

Jika Stephen Covey menulis The 7 Habits Highly Effective People, jauh sebelum itu Rasulullah telah mengajarkan kita mengenai kebiasaan dan akhlak yang baik melalui hadits-hadits dan teladan beliau saw.

Muhammad Husain Isa Ali Manshur telah merangkumnya untuk memudahkan kita dalam mengaplikasikan sifat-sifat ini. Semoga beliau selalu dirahmati Allah Swt.

Berikut 10 Karakter Pribadi Muslim Sejati

Miliki 10 Karakter Ini dan Jadilah Pribadi Muslim Sejati

1

SALIMUL AQIDAH (سليم العقيدة)
(BERSIH AQIDAHNYA)

Akidah adalah keyakinan, kemantapan yang berakar pada hati berupa ikrar atau syahadat bahwa Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah. Keyakinan ini bagi orang yang beriman adalah nafas, tanpanya mereka mati.

Sebagaimana Allâh Azza wa Jalla berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allâh dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu. [al-Anfâl/8:24]

2

SAHIHUL IBADAH (صحيح العبادة)
(BENAR ‘IBADAHNYA)


اۨلَّذِىۡ خَلَقَ الۡمَوۡتَ وَالۡحَيٰوةَ لِيَبۡلُوَكُمۡ اَيُّكُمۡ اَحۡسَنُ عَمَلًا ؕ وَهُوَ الۡعَزِيۡزُ الۡغَفُوۡرُۙ‏

Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun. (Al-Mulk ayat 2)

Amal dapat dikatakan baik apabila berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah. Oleh karena itu sebelum beramal kita dituntut untuk mengetahui ilmuny terlebih dahulu agar amal kita dapat dipertanggungjawabkan

3

MATINUL KHULUK (متين الخلق)
(KOKOH AKHLAKNYA)


 إِنَّ مِنْ أَحِبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحْسَنُكُمْ أَخْلَاقًا

“Sesungguhnya di antara orang-orang yang paling aku cintai dan paling dekat tempat duduknya pada hari kiamat denganku yaitu orang yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi)

4

QOWIYYUL JISM
(KUAT JASMANINYA)

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Artinya: “Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang.” (HR Bukhari).


سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ يَقُولُوَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍأَلَا إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْيُ أَلَا إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْيُ أَلَا إِنَّ الْقُوَّةَ الرَّمْيُ

Artinya: Rasulullah SAW berada di atas mimbar berkata: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi. Ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah bahwa kekuatan itu adalah memanah!” (HR Muslim)

5

MUTSAQQOFUL FIKRI (مثقف الفكر)
(INTELEK DALAM BERFIKIR)

Dari Abu Ya’la yaitu Syaddad Ibnu Aus r.a. dari Nabi saw. Beliau bersabda: “Orang yang cerdas ialah orang yang mampu mengintrospeksi dirinya dan suka beramal untuk kehidupannya setelah mati. Sedangkan orang yang lemah ialah orang yang selalu mengikuti hawa nafsunya dan berharap kepada Allah Swt. dengan harapan kosong”. (H.R. At-Tirmizi)

6

QODIRUN ‘ALAL KASBI (قادر على الكسب)
(MAMPU BERUSAHA SENDIRI)

Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah seorang hamba memakan makanan yang lebih baik dari hasil usaha tangannya sendiri, dan sungguh Nabi Dawud ‘alaihissalam makan dari hasil usaha tangannya sendiri” (Hadits Shohih Riwayat al-Bukhari no. 1966).

7

MUNAZZAMUN FI SYU’UNIHI (منظم في شئونه
(TERATUR DALAM SEMUA MASALAHNYA)

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berjuang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Ash-Ahaff: 4)

8

HARISHUN ALA WAQTIHI (حريص على وقته)
(SUNGGUH-SUNGGUH MENJAGA WAKTUNYA)

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

“Di antara kebaikan Islam seseorang adalah dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.” (HR. Tirmidzi no. 2317; Ibnu Majah no. 3976. Dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani.)

9

NAFIUN LIGHAIRIHI (نافع لغيره)
(BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN)

… وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ“…

“. . . dan barangsiapa (yang bersedia) membantu keperluan saudaranya, maka Allah (akan senantiasa) membantu keperluannya.” (Hadits Riwayat Bukhari, Shahîh al-Bukhâriy, juz III, hal. 168, hadits no. 2442 dan Muslim, Shahîh Muslim, juz VIII, hal. 18, hadits no. 6743 dari Abdullah bin Umar r.a)

10

MUJAHIDUN LINAFSIHI (مجاهد لنفسه)
(KUAT MELAWAN HAWA NAFSUNYA)

رَجَعْتُمْ مِنَ اْلجِهَادِ اْلأَصْغَرِ إِلَى الجِهَادِ الأَكْبَرِ فَقِيْلَ وَمَا جِهَادُ الأَكْبَر يَا رَسُوْلَ الله؟ فَقَالَ جِهَادُ النَّفْسِ

Kalian telah pulang dari sebuah pertempuran kecil menuju pertempuran besar. Lantas sahabat bertanya, “Apakah pertempuran akbar (yang lebih besar) itu wahai Rasulullah? Rasul menjawab, “jihad (memerangi) hawa nafsu.”

Itulah 10 Karakter yang harus kita berazzam memilikinya untuk meningkatkan kualitas diri sebagai muslim. Semoga Allah memudahkan kita semua dalam berbenah diri.

Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *