Maskanul Huffadz Nobar Film Merindu Cahaya De Amstel, bersama Pemeran Ustadzah Fatimah

by in Blog November 9, 2021

وَلَا تَهِنُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَنْتُمُ الْاَعْلَوْنَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

“Don’t be weak, don’t be sad. You truly have the highest position, if you are a person with faith.”

“Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman.” (QS. Ali Imran 139)

Sabtu, 6 November 2021 lalu, keluarga besar Pesantren Tahfidz Maskanul Huffadz nonton bareng film Merindu Cahaya de Amstel di Bioskop Lotte Mart Bintaro.

Kali ini, bukan nonton sembarang nonton. Ada yang spesial dari nobar kali ini.

Hmm… Apa itu?

Pada kesempatan kali ini, santri diundang langsung untuk nonton bareng pemain filmnya dong..  

Seperti yang kita tahu, bahwa Ummah Oki Setiana Dewi adalah Pimpinan Pesantren Tahfidz Maskanul Huffadz, namun ternyata, beliau juga sosok yang memerankan tokoh Fatimah dalam film tersebut.

Tidak sendirian, beliau ditemani oleh keluarga. Sang suami, ibu, adik-adik dan anak-anaknya pun turut memenuhi kursi bersama para santri dan santriwati.

Film Merindu Cahaya de Amstel ini diangkat dari buku novel religi yang ditulis oleh Arumi. E. Yang berjudul sama persis dengan filmnya.

Menceritakan tentang kisah perjuangan seorang mualaf belanda yang berusaha mempertahankan akidahnya, diantara banyaknya ujian dan cobaan yang menimpanya.

Film yang sangat menginspirasi ini, disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu, yang juga didukung oleh para pemain profesional.

Bryan Domani sebagai Nico, Amanda Rawles sebagai Khadijah, Oki Setiana Dewi sebagai Fatimah, Rachel Amanda sebagai Kamala, dan beberapa pemeran lainnya.

Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari Film yang diproduksi oleh Unlimited Production dan Maxima Pictures ini.

Tentang kekokohan memegang prinsip, merajut ukhuwah, cara menghargai dan memuliakan, juga tentang kelemah lembutan dalam berdakwah, dan masih banyak lagi yang lainnya.

So, tidak akan ada yang sia-sia, jika segala sesuatu yang kamu kerjakan itu bermanfaat dan bertujuan untuk mengharap ridho Allah semata.

Dakwah bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, entah itu secara langsung, dengan cara menulis, dengan cara mengajar, atau bahkan dengan cara melalui film seperti kisah ini.

Perbanyak memberi manfaat, karena orang yang paling baik adalah orang yang paling banyak memberi manfaat.

Semoga bermanfaat 🙂

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *