Maskanul Huffadz Gelar Peringatan Maulid Nabi dan Hari Santri

by in Blog, Gallery Foto Oktober 26, 2021

Maulid Nabi tahun ini bertepatan dengan tanggal 20 Oktober 2021. Sedangkan hari santri menyusul dua hari selanjutnya, yakni 22 Oktober 2021. Kedua momen penting ini tentu sayang untuk dilewatkan. Namun, mengadakan dua acara di hari terpisah akan mengganggu kegiatan belajar para santri yang saat ini sedang mempersiapkan tasmi’. Maka dari itu, pada Ahad, 24 Oktober, diadakan acara untuk memperingati dua hari besar dalam satu waktu.

Tema acara sesuai dengan tema Hari Santri Nasional tahun ini yaitu “Santri Siaga Jiwa Raga” dengan penambahan: “Ikuti Nabi hingga Sesurga”.

Ada 3 agenda dalam acara tersebut, yaitu lomba khusus santri pusat yang dimulai sejak pagi, dilanjutkan lomba khusus Maffaz Junior yang dimulai bakda dzuhur, dan kajian bakda ashar.

Ustadzah Aisah memandu lomba Rangking 1 dengan soal seputar Sirah Nabawiyah. Santriwati dari Asrama Khadijah, Fatimah, Maryam, maupun Lughoh, mengikuti dengan sangat antusias.

Para santri semakin semangat memasuki Lomba Yel-Yel. Dengan kompak mereka maju ke depan, membawakan yel-yel yang sudah mereka hafal jauh-jauh hari. Beberapa lirik yang mereka tulis sendiri itu berhasil mengocok perut penonton. Bahkan, Ustadzah Yuli dan Ustadzah Indah selaku juri terlihat kebingungan untuk menentukan pemenangnya.

Perwakilan lomba story telling dari Maffaz Lughoh
Perwakilan dari Maffaz Lughoh dalam lomba story telling

Berbeda dengan lomba sebelumnya, Lomba Story Telling mengundang air mata semua peserta. Dekorasi panggung bernuansa putih, hijau, dan keemasan pada hari itu menjadi saksi bisu betapa haru suasana aula ketika para perwakilan asrama membawakan penggalan kisah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Selain ketiga lomba yang diadakan langsung di tempat, ada juga lomba syarhil yang diadakan secara online. Lomba ini diikuti oleh seluruh cabang baik akhwat maupun ikhwan.

Serangkaian lomba tersebut menjadi wadah bagi setiap santri untuk unjuk gigi dan mengasah bakat mereka. Hal ini sesuai dengan visi dan misi Maskanul Huffadz yakni mencetak agen-agen dakwah yang akan mengisi setiap bidang pekerjaan.

Selain itu, para santri yang telah menyelesaikan program tahfidz selama setahun diarahkan untuk mengajarkan kembali ilmu mereka. Salah satu penerima manfaatnya adalah warga sekitar yang bergabung dalam program Kampung Quran Maffaz yang terdiri dari Maffaz Ummahat, Maffaz Remaja, dan Maffaz Junior.

Kemarin (24/10) santri Maffaz Junior yang berusia 4-12 tahun mengikuti lomba pildacil dan hafalan surat pendek. Dengan seragam hijau-hijau, sebelum dzuhur, mereka sudah berdatangan ke aula Maffaz.

Setelah ashar, aula dipadati oleh hampir 200 orang yang terdiri dari santri ikhwan, santri akhwat, santri junior, ibu-ibu Maffaz Ummahat, dan turut hadir juga santri Darul Ilmi bersama Ustadz Ahmad Ruslan dari Tasikmalaya.

Ustadz Ahmad Ruslan
Ustadz Ahmad Ruslan, Pimpinan Pesantren Darul Ilmi Tasikmalaya

Dalam kajian tersebut, Ustadz Kemal menyampaikan besarnya peran santri dalam mempertahankan kemerdekaan. Untuk itu para santri haruslah bangga dan belajar dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat.

Pesan tersebut diperkuat oleh Ustadz Ruslan yang menyampaikan perjuangan beliau. Yatim piatu sejak kecil, dan berbagai pengalaman pahit beliau untuk bertahan hidup, memotivasi para santri dalam menghafal Al-Quran.

Menjelang maghrib, Umma Oki Setiana Dewi menceritakan perjalanan hidup Nabi Muhammad secara singkat. Cerita tersebut beliau tutup dengan kabar gembira bahwa Nabi Muhammad merindukan saudaranya yaitu ‘kita’.

Sesuai temanya, acara ini bertujuan untuk memupuk semangat santri dalam belajar dan mengikuti sunnah Nabi hingga kelak sesurga dengan manusia paling mulia ini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *