Kunjungan Syekh Saeb Helles Ke Pesantren Tahfidz Maskanul Huffadz, dalam Rangka Safari Dakwah Pengembangan Al-Qur’an

by in Blog, Info Maskan November 1, 2021

Bertepatan pada Hari Sumpah Pemuda (Kamis, 28-Oktober-2021), Pesantren Tahfidz Maskanul Huffadz kedatangan tamu spesial dari Palestina, yaitu Syekh Saeb bin Muhammad bin Muhammad bin Helles.

Beliau adalah seorang penghafal Al-Qur’an bersanad, Penceramah, Imam dan khatib tetap di salah satu masjid Palestina.

Bukan hanya itu, Syekh kelahiran tahun 1994 ini adalah alumni dan juga merupakan seorang aktivis, yang bergerak di bidang sosial.

Cukup banyak pengalaman beliau dalam dunia pendidikan. Dan saat ini, beliau sedang melanjutkan pendidikan S2 jurusan Dirasat Islamiyah di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Ciputat.

Alhamdulillah, Maskanul Huffadz sudah sampai ke kancah Internasional, tepatnya di Turki. Belum lama, tahun 2020 kemarin, beberapa santri Maskanul Huffadz diutus untuk mengikuti program Mukhayyam Taj AL Waqar Qur’ani.

Dan Syekh Saeb merupakan salah satu Mudir pada kegiatan Mukhayyam Al-Qur’an tersebut. Kedatangan Syekh Saeb dua hari yang lalu, disambut ramah oleh seluruh warga Maskanul Huffadz.

Dalam sambutannya, beliau mengucapkan, “Pertama-tama, Saya sangat senang berada di Negara Indonesia, saya sangat bangga bisa hadir di antara kalian. Kami dari kecil, jika berpikir tentang Indonesia, Indonesia adalah Negeri Islam. Yang ada di pikiran kami adalah Indonesia Negeri yang cinta Al-Qur’an. Yang kami dengar, Indonesia adalah Negeri yang penduduknya marah, jika nabinya dihina. Dan Indonesia adalah Negeri yang paling vokal dalam membela Palestina.”

Penerjemah: Ustadz Kemal Adityawarman. Lc.

Dalam acara kunjungan tersebut, beliau memotivasi seluruh Para Penghafal Al-Qur’an yang ada di Maskanul Huffadz saat itu. Selain memberikan motivasi, beliau juga membahas tentang keutamaan menghadiri majelis ilmu, dan keagungan Nabi Muhammad SAW.

Beliau Mengatakan, “Saya akan memberikan kabar gembira, dari Nabi Muhammad SAW. (“Rasulullah SAW bersabda, ‘Tidaklah ada suatu kaum yang duduk bersama dalam mengingat Allah, kecuali Malaikat menyebut-nyebut dari langit yang ada di majelis itu. Ketika majelis itu sudah selesai, Malaikat mengatakan, berdirilah kalian dalam keadaan diampuni oleh Allah SWT. Keburukan kalian telah diganti dengan kebaikan.”) Yang kalian sangka adalah majelis remeh, namun sebenarnya disisi Allah adalah agung.”

Setelah itu, beliau membahas tentang 5 keagungan Nabi Muhammad. SAW:

  • Ketaatan kepada Rasulullah SAW, terhitung ketaatan kepada Allah SWT.

 Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ  وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِ  ۗ

 Yang artinya, “Katakanlah (Muhammad), jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 31)

  • Allah mengutus Rasulullah. SAW sebagai rahmat bagi seluruh alam

Hal ini termaktub dalam firman Allah, (Q.S. Al-Anbiya ayat: 107)

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Yang Artinya : “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam”

  • Rasul sebagai syahid, basyir, nadzhir

*Syahid, sebagai saksi

*Basyir, Pemberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin

*Nadzhir, Pemberi peringatan kepada orang-orang kafir

  • Rasul kelak akan menjadi orang pertama

Rasul kelak menjadi orang pertama yang melewati sirat, pertama kali dibangkitkan, dan kelak Rasulullah dibangkitkan dengan memakai pakaian dari surga, Rasulullah SAW juga orang yang pertama kali memberi syafaat dan diberi syafaat.

Semua bicara masing masing tentang dirinya “Nafsii, nafsii, nafsii” kecuali Nabi Muhammad,  beliau akan mengatakan “Ummati, Ummati, Ummati” ummatku….

  • Pertama masuk surga

Ummat Nabi Muhammad SAW akan diringankan hisabnya dan digolongkan masuk surga tanpa hisab. Ummat Nabi Muhammad juga berkesempatan untuk meminum telaga Kautsar.

Momen itu pun tidak di sia-siakan begitu saja, Syekh Saeb menguji para hadirin untuk menjawab beberapa pertanyaan dari apa yang sudah dibahas sebelumnya.

Sebagai penyemangat, Syekh Saeb memberikan hadiah berupa syal Palestina sebagai bentuk apresiasi bagi yang bisa menjawab pertanyaan beliau.

Lalu Marwan Dahlan, santri Maskanul Huffadz Ikhwan, diberikan syal PAlestina oleh Sheikh Saeb karena mampu menjawab soal sambung ayat.

Seluruh santri ikhwan dan akhwat pun sangat antusias menjawab soal-soal yang diberikan Syekh Saeb.

Di sela sesi kuis, Syekh pun meminta salah satu santri untuk membawakan nasyid dari Palestina. Siapa sangka? Santri pun menyanggupi permintaan Syekh tersebut.

Syekh berharap agar kita, terus ikut berjuang membantu keluarga kita yang ada di Palestina melalui berdoa kepada Allah SWT.

Terakhir, Syekh mengatakan, “Di antara beberapa tempat yang sudah saya kunjungi, baru kali ini saya merasa bersemangat, karena kalian begitu antusias dan ceria. ”

Acara tersebut berjalan dengan lancar, kegiatan pun ditutup dengan doa dan shalat maghrib berjamaah.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *