Kisah Kapal Berlayar tanpa Nahkoda

by in Blog Oktober 18, 2021

Suatu ketika, seorang pemuda terkejut, bangun dari tidurnya.

“Astaga, aku harus bersiap,” serunya. Lantas, pemuda itu bergegas sigap untuk berbenah diri.

Setelah bersiap, ia langsung pergi meninggalkan rumah, berlari sekencang mungkin.

Di perjalanan, ia melewati jalan raya, dan masih terus berlari.

Melewati hutan, tetap saja berlari, sampai melewati sungai, ia pun berenang menyebrangi sungai itu secepat mungkin.

Tidak berhenti sampai disitu, ia terus berlari kencang sekuat tenaga.

Matahari mulai terbenam. Diperjalanan, seorang ibu menegurnya dengan nada suara yang sedikit berteriak, “Nak, mau kemana? Kenapa buru-buru sekali? “

Pemuda itu tidak menjawab, bahkan tidak menoleh sedikit pun ke arah ibu yang bertanya.
Ia terus berlari, semangatnya tak pernah luntur.

Isi kepalanya penuh dengan fikiran yang menumpuk bahwa ia ingin cepat sampai.

Waktu terus berjalan, hingga larut malam, ia mulai kelelahan. Memilih berhenti sejenak di warung kopi, demi mengistirahatkan kakinya yang mulai letih.

Sembari minum kopi hitam hangat, bapak-bapak yang menjadi pelanggan setia di warung itu bertanya, “Kamu dari mana nak?”

Pemuda itu menjawab dengan keadaan yang masih engap-engapan, “Dari rumah, Pak.”

“Emangnya mau kemana? Kok kamu kelihatannya buru-buru banget?” saut bapak pemilik toko.

Pemuda itu melongo kebingungan, sambil berucap, “Oh iya ya, emangnya saya mau kemana?” (Menepuk jidatnya)

-Dikutip dari buku ‘Ayah Edy Punya Cerita’-

….

Begitulah sebuah cerita singkatnya, namun kita bisa mengambil pelajaran terkait kisah pemuda tadi.

Apa pelajaran yang bisa kita ambil?

Poin pentingnya membahas tentang target, planning, tujuan, atau hal yang berkenaan tentang ‘pencapaian’.

Hidup kita harus memiliki tujuan, kenapa? Karena hidup tanpa target atau tujuan yang jelas itu, ibarat kapal yang berlayar tanpa nahkoda.

Sudah bisa dipastikan, ia tidak akan pernah sampai.

Kita harus tau,
Kita hidup untuk apa?
Kita hidup untuk siapa? Kenapa kita harus hidup?
Apa sebenarnya hidup itu?

Sungguh sia-sia hidup kita jika tidak ada tujuan di dalamnya. Yang ada hanya lelah, lelah, dan lelah, tapi tak ada hasilnya.

Seorang muslim sejati, pasti sudah paham tentang tujuan hidupnya melalui firman Allah. SWT..

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (Q.S Adz Dzariyat: 56).

Sudah jelas, Allah menciptakan manusia tidak lain tidak bukan hanya untuk beribadah kepada-Nya, bukan hanya manusia, hal ini berlaku juga untuk bangsa jin.

Jadi, selain tekad yang kuat, jangan lupa tentukan tujuan kita, tetapkan targetnya, laksanakan semuanya dengan penuh perencanaan.

Jika tujuan hidup kita adalah ridho-Nya, maka tak ada alasan menjalani hidup kecuali karena-Nya.

Semoga bermanfaat 🙂

Ditulis oleh: syaelbahri

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *