Kisah Inspiratif: Ular Mencoba Terbang, Elang pun Dipaksa Berenang

by in Blog Oktober 25, 2021

Di suatu tempat, terdapat satu bangunan sekolah, yang mana sekolah itu dibuka untuk setiapkalangan, termasuk binatang-binatang yang ada di hutan.

Para binatang pun bersemangat untuk mengikuti semua kegiatan yang sudah ditetapkan oleh sekolah itu. Murid yang ada di sekolah itu cukup banyak, yang sebagiannya didominasi oleh binatang seperti gajah, katak, burung elang, bebek, ular, jerapah, cacing, singa, ayam, monyet, dan hewan-hewan yang ada di lautan pun ikut berpartisipasi di dalamnya.

Waktu terus berjalan, satu semester telah dilewati. Teori yang sudah disampaikan guru, dapat dipahami dengan baik. Saatnya memasuki waktu ujian, seluruh murid diminta untuk mempraktikkan apa yang sudah dipelajari selama satu semester.

Jika mereka berhasil, maka akan mendapatkan nilai dan peringkat, sekaligus pertanda bahwa mereka lolos di semester pertama, dan berhak melanjutkan program belajar di semester berikutnya. Jika mereka gagal atau tidak maksimal, maka mereka belum boleh melanjutkan program belajar ke semester berikutnya, dan harus mengulang sebagaimana pada semester pertama.

Ujian 1: Memanjat

Semua peserta ujian diminta untuk memanjat pohon kelapa setinggi 37 meter dalam waktu 30menit. Peserta pertama, Gajah.

“Bagaimana bisa aku memanjat pohon ini, sedangkan tubuhku besardan berat?” keluhnya sambil memandang pohon tersebut.

Mau tak mau, ia mencoba memanjat pohon tersebut, berusaha dengan segala upaya, hasilnya nihil, dan gagal.

Peserta berikutnya, Monyet.

“Ini adalah keahlianku. Bagaimana mungkin aku bisa gagal,” ucapnya dengan angkuh.

Ia pun mencoba tes itu dengan hati yang mantap. Benar saja, ia berhasil melakukannya dengan baik.

Ujian 2: Berenang

“Kalau disuruh berenang, aku adalah jagonya!” Ikan berseru. Tanpa pikir panjang, ia pun langsung menunjukkan kemampuan hebatnya dalam berenang.

Semua terpukau dan merasa tidak percaya diri. Kemudian, peserta ujian berikutnya adalah Elang.

“Wah, aku tidak bisa berenang seperti ikan. Pasti aku gagal.” Ia mulai pesimis.

Setelah dicoba, ia bisa melewatinya. Namun hasilnya membahayakan, dadanya sesak karena paru-paru nya penuh terisi air. Dan tetap saja, ia dinyatakan gagal.

Ujian 3: Terbang

Semua peserta ujian diminta untuk terbang setinggi mungkin. Urutan pertama pada ujian terbang kali ini adalah Ular.

“Rasanya tidak mungkin aku bisa terbang tanpa sayap,” ucapnya dalam hati.

Dengan terpaksa, ia mencoba terbang, berusaha sebisa mungkin, tapi hasilnya sama saja, tidak berhasil.

Selanjutnya adalah Elang, ia berkata, “Kalau soal terbang, aku tak bisa diragukan.” Elang pun terbang tinggi, memamerkan sayapnya yang unggul di bidang terbang.Pertunjukan yang luar biasa itu sukses meraih skor tertinggi pada ujian ketiga, yaitu terbang.

Ujian telah usai, semua telah menerima hasilnya masing-masing. Tidak ada yang berhasil lolos ketiga tes yang diujikan untuk mereka. Monyet unggul di bidang memanjat tapi tidak pada ujian terbang. Ikan unggul dengan ujian berenangnya namun gagal di ujian memanjat. Sedangkan Elang, meskipun ia tidak bisa melewati ujian renang dengan baik, ia unggul di bidang terbang.

Selesai. . . . (Dikutip dari buku Ayah Edy)

Apa Hikmah dari Cerita Ini?

Hikmahnya adalah, jangan sesekali kita meremehkan orang lain karena kegagalannya, karena setiap orang adalah yang terbaik di bidangnya masing-masing.

Allah berfirman, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.” (QS. Al-Hujurat: 11)

Albert Einstein mengatakan, “Semua orang itu jenius. Tetapi jika Anda menilai ikan dengan kemampuannya untuk memanjat pohon, percayalah itu adalah bodoh.”

Jadi, tinggalkan kesombongan, mungkin kau lupa, di atas langit masih ada langit. Dan bawalah rasa syukur kemanapun kamu pergi. Kau harus ingat, di bawah tanah masih ada tanah.

Semoga bermanfaat 🙂

Penulis: sya elbahri

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *