Kajian Virtual Penuh Manfaat: Meneladani Semangat Belajar Para Ulama

by in Blog November 9, 2021

“Setiap orang punya tujuan, tapi tidak semua bisa sampai pada tujuan.”

(Dosen Universitas Al-Azhar cairo)

Setiap pekan, Pesantren Tahfidz Maskanul Huffadz mengadakan program kajian rutin di setiap hari Jum’at. Program ini diberi nama “KATUPAT” yaitu singkatan dari “Kajian Virtual Penuh Manfaat”.

Program dakwah ini, biasanya diisi langsung oleh UmmaOki Setiana Dewi secara virtual/daring melalui aplikasi Zoom, dikarenakan masih dalam masa pandemi.

Namun, untuk kesempatan kali ini, beliau tidak bisa bergabung, karena harus menghadiri acara keluarga yaitu pengajian pernikahan adik beliau, Ria Ricis.

Kajian rutin ini sangat disayangkan jika tidak istiqamah dilaksanakan. Sehubungan dengan adanya udzur, penceramah tetap dalam program KATUPAT terpaksa digantikan untuk hari ini.

Pesantren Maskanul Huffadz tidak lagi bersusah payah mencari pengganti. Banyak santri-santrinya yang berprestasi dalam dunia dakwah.

Ustadz Lalu Marwan Dahlan. S. Ag. Al-Hafidz (Santri Maskanul Huffadz Ikhwan Bintaro) berkesempatan untuk mengisi ceramah kajian tersebut.

Di dalam ceramahnya, beliau menceritakan kisah-kisah tentang semangat para ulama dalam menuntut ilmu.

Salah satu kisah yang diceritakan oleh Ustadz Lalu Marwan Dahlan adalah tentang ulama besar pakar hadits yaitu Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani.

Ustadz Lalu bercerita,“Ibnu Hajar Al Asqalani, dulunya adalah seorang pelajar ilmu hadits. Sewaktu beliau masih dalam proses belajar di suatu tempat, beliau pernah merasakan kesulitan dalam menuntut ilmu. Ketika dihadapkan dengan rasa futur, beliau memilih kabur dari tempat belajarnya, karena merasa sulit dan ingin menyerah.”

“Di tengah perjalanan, beliau kehujanan, kemudian singgah di suatu gua untuk berteduh. Di dalam gua tersebut, beliau memperhatikan batu yang terkena tetesan terus-menerus. Kian lama batu yang tadinya masih rata dan keras, berubah membentuk cekungan, dan akhirnya berlubang.” Lanjut ustadz Lalu.

Ustadz Lalu melanjutkan ceritanya, “Melihat kejadian itu, Ibnu Hajar Al Asqalani berkata di dalam hati ‘Sungguh, saya dzolim terhadap diri saya sendiri. Batu yang keras saja bisa lunak karena tetesan air, apalagi otak saya. Kalau ilmu itu saya pelajari terus-menerus, pasti saya bisa memahaminya.’ Setelah itu, beliau kembali ke tempat belajarnya, meminta izin kepada gurunya, kemudian beliau bersungguh-sungguh terhadap apa yang dipelajarinya. Alhasil, beliau dikenal sebagai ulama besar pakar dalam bidang ilmu hadist.”

Ada beberapa kisah lainnya yang diceritakan oleh Ustadz Lalu, diantaranya ialah:

  • Kisah Imam Ahmad bin Hambal (Yang disetiap perjalanannya tak pernah terlepas kitab dari tangannya)
  • Kisah Imam Ahmad bin Khalil (pencetus tulisan huruf hamzah ‘ء’) , dan beberapa kisah lagi.

Terakhir, Ustadz Lalu Marwan Dahlan berpesan, “Rencanakan segala sesuatu yang ingin kau capai, bersungguh-sungguhlah dengannya, dan ingat, tidak ada kesuksesan yang diraih dengan bermalas-malasan.” (Jum’at, 5/11/21)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *