Inilah Salah Satu Penyebab Terhalangnya Masuk Surga

by in Blog Oktober 21, 2021

Sudah kita ketahui bahwa nafsu lah yang mendorong manusia ke arah yang tidak baik.

Tapi, kenapa Allah menciptakan nafsu pada manusia?

Untuk menjawabnya, sababat pembaca harus tahu bahwa manusia adalah makhluk yang paling sempurna dibanding malaikat yang tidak memiliki nafsu dan hewan yang tidak memiliki akal. Sementara manusia memiliki keduanya.

Yang mana, jika ia bisa mengendalikan nafsunya, maka derajatnya lebih tinggi dari malaikat, namun, jika ia hanya memperturutkan hawa nafsunya, maka derajatnya lebih rendah dari binatang.

Allah memerintahkan manusia agar senantiasa menjadikan nafsu di bawah kendalinya.

Kenapa?

Karena nafsu itu sangatlah berbahaya, kalau bukan kita yang mengendalikannya, maka nafsu itu yang akan mengendalikan hidup kita.

Banyak ayat dan hadits yang menjelaskan tentang betapa bahayanya nafsu, salah satu diantaranya ialah:

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِنْ قَبْلُ وَأَضَلُّوا كَثِيرًا وَضَلُّوا عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ

Katakanlah, “Hai Ahli Kitab! Janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.” [Al-Mâidah/5: 77]

Nafsu Perempuan dan Laki-Laki

Nafsu tidak memandang jenis, sudah menjadi fitrahnya manusia memiliki nafsu.

Nafsunya wanita terletak pada lisannnya, sedangkan lelaki, nafsunya bermula dari pandangannya.

Dua hal itu pula penyebab kebanyakan dari mereka terjebak dalam rayuan setan.

Nafsu diciptakan oleh Allah untuk menguji hambanya. Karena tidak sembarang orang yang bisa menikmati fasilitas di dalam surga.

Allah tidak suka dengan hal yang berlebihan, hendaknya kita sebagai muslim, harus faham tentang perkara ini. Seperti kata seorang sahabat rasul:

خير الأمور أوسطها

“Sebaik-baik perkara itu adalah pertengahannya”

Hadits ini bersifat mauquuf, namun dengan begitu, hal ini bisa kita jadikan sebagai pelajaran.

Nafsu bukan hanya dari lisan dan mata saja, melainkan meliputi banyak hal, seperti nafsu makan yang berlebihan, nafsu mengejar kesenangan dunia, sampai nafsu yang paling berbahaya adalah syahwat.

Allah tidak menyuruh kita menghilangkan nafsu, akan tetapi Allah memerintahkan agar kita mengendalikannya.

Setiap sesuatu ada haknya, maka tunaikanlah hak itu sesuai dengan kadarnya, tidak lebih tidak juga kurang, yang sedang-sedang saja.

Semoga bermanfaat 🙂

Penulis: sya elbahri

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *