Blog

Dibangunkan Istana Karena Sebuah Ember- Dahsyatnya Pahala Sedekah

by in Blog September 18, 2021

“Masyaallah, jadi penyemangat untuk bersedekah,” komentar netizen di bawah postingan yang memuat kisah ini.

Ialah Sheikh Ali Hammuda yang menyampaikan kisah nyata ini di kanal YouTube iLovUAllah. Diunggah satu tahun yang lalu, video ini sudah ditonton 160 ribu kali. Berikut kisahnya.

Seorang pria kaya raya membuat proyek pembangunan masjid yang ia dedikasikan menjadi amal yang kelak bisa ia banggakan di hadapan Allah. Sebut saja pria ini Fulan.

Tidak boleh ada yang campur tangan dalam pembangunan ini, Fulan ingin masjid ini dibangun di bawah kendalinya sendiri. Ia tidak menerima bantuan maupun sumbangan dari siapa pun.

Hingga berita bahwa ada masjid yang sedang dibangun sampai ke telinga seorang wanita tua. Menyadari besarnya pahala membangun masjid, wanita tua ini ingin berkontribusi. Namun ia tidak memiliki harta dan tenaganya juga lemah.

Wanita tua ini tidak berputus asa. Ia kemudian mendatangi lokasi pembangunan dengan menenteng sebuah ember kecil. Sengaja ia tinggalkan ember tersebut, berharap para pekerja itu memanfaatkannya untuk memindahkan batu-bata. Dengan begitu, wanita tua itu berharap ember yang ia sedekahkan dihitung sebagai kontribusi dalam pembangunan masjid tersebut.

Suatu malam, pemilik proyek ini bermimpi. Dalam mimpinya ia melihat dua istana yang megah. Kemudian ia mendengar suara yang mengatakan, “Salah satu istana ini adalah balasan atas kontribusimu membangun masjid.”

Kontribusi?

Fulan terheran-heran. Bukankah masjid itu dia bangun seorang diri. Fulan adalah pendiri bukan sekadar memberikan kontribusi.

Maka keesokan harinya, ia mengumpulkan semua pekerja. Fulan bertanya, “Apakah ada yang campur tangan dalam pembangunan masjid ini tanpa sepengetahuanku?”

“Tidak ada,” jawab para pekerja. Namun setelah diingat-ingat lagi, akhirnya mereka menceritakan perihal ember kecil yang wanita tua itu tinggalkan. Seperti harapan wanita itu, ember tersebut mereka gunakan untuk memindahkan batu-bata.

Mendengar hal tersebut, Fulan mencari rumah wanita tua ini untuk memintanya mengambil kembali ember itu. Sesampainya di rumah si wanita tua dan menyampaikan permintaannya, wanita itu bertanya, “Memangnya kenapa dengan emberku?”

Fulan pun menceritakan dua istana yang ia lihat di mimpinya. Wanita tersebut terkejut dan berkata, “Aku melihat mimpi yang sama.”

Akhirnya wanita tersebut menolak untuk mengambil kembali embernya.

Mengakhiri kisah tersebut, Sheikh Ali Hammuda mengatakan betapa Allah menghargai niat hamba-Nya. Sekecil apapun kontribusi yang kita berikan, niat kita yang tulus membantu agama Allah bernilai besar di sisi-Nya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *