Blog

Deep Meanings of INNALILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI’UN

by in Blog Juli 10, 2021

Bukan sekadar ucapan duka, lho . . .

Apa yang terbayang di benak sahabat Maffadz ketika mendengar kalimat tersebut?

Duka?

Kehilangan?

Kesedihan?

Yap, kalimat istirja tersebut lumrah kita ucapkan ketika mendengar berita duka.

Tapi apakah sebatas itu saja??

Nah kali ini saya akan sedikit mengulik makna dari kalimat istirja.

Selamat menyimak…

Dalam terjemahan bahasa Indonesia yang saya kutip dari Al-Quran Ash-Shahib terbitan Hilal Media, kalimat Innalillahi wainnailaihi rojiun memiliki arti “Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.”

Mari kita bedah dua kalimat ini
“Sesungguhnya kami milik Allah” berarti apapun yang kita punya saat ini sejatinya adalah titipan Allah, bahkan diri kita adalah amanah dari Allah. Betapa kita sangat tidak pantas menyombongkan sesuatu yang bukan milik kita. Dan tugas kita atas amanah ini adalah menjaga dengan sebaik-baik penjagaan yang kita bisa.

Kita ambil contoh dua bola mata yang telah Allah titipkan kepada kita, maka tugas kita adalah menjaga dengan sebaik-baiknya. Dengan cara apa? Dengan menggunakan sesuai fungsinya. Juga tidak membiarkan sesuatu merusaknya.

Menggunakan mata untuk melihat hal-hal yang diridhoi Nya dan menjaga mata dari hal-hal yang dilarang oleh-Nya termasuk cara kita menjaga amanah dariNya.

Kenapa harus seperti itu?
Karena lanjutan kalimatnya wainnailaihi rojiun
“Dan kepada-Nyalah kami kembali”.

Apa yang kita perbuat dengan titipan Allah akan Allah mintai pertanggungjawaban kelak ketika kita kembali kepada-Nya. Semua akan dipertanggungjawabkan, Sahabat!

So, kita kembali ke konsep hidup adalah pilihan yang sering disampaikan ustadz Felix Y. Siau dalam ceramahnya di kanal YouTube beliau yang berjudul Beyond The Inspiration.

Mungkin sekarang kita merasa bebas melakukan apa saja "dengan sesuatu yang kita punya". Tapi keyakinan bahwa kita akan kembali kepada-Nya in syaa Allah akan menjadi benteng untuk tidak melakukan maksiat. 

Disebutkan dalam kitab Al Hilyah karya Abu Nu’aim yang saya singkat kisahnya bahwa Hasan Al Bashri rahimahullah bertemu seorang laki-laki ahli maksiat yang telah berumur 60 tahun, beliau berkata bahwa waktu laki-laki itu untuk menghadap Allah tinggal sebentar lagi. Lalu laki-laki itu menjawab Innalillahi wainnailaihi rojiun.

Hasan Al Bashri rahimahullah bertanya apakah laki-laki tersebut mengetahui makna dari kalimat yang diucapkannya tadi. Laki-laki tersebut balik menanyakan makna dari kalimat tersebut.

Lalu Hasan Al Bashri rahimahullah menjawab “Bahwa kalimat ‘sesungguhnya kita adalah kepunyaan Allah’ Maksudnya adalah ‘aku hamba Allah’ dan kalimat ‘sesungguhnya kita akan kembali’ Maksudnya adalah ‘aku akan kembali kepada Allah’.

Apabila Anda telah mengetahui bahwa Anda adalah kepunyaan Allah dan yakin bahwa Anda akan kembali kepada-Nya, maka ketahuilah bahwa Allah akan menyidang Anda. Dan apabila Anda telah mengetahui bahwa kelak Allah akan menyidang Anda, maka persiapkan dari sekarang jawabannya.”

Mendengar penjelasan Hasan Al Bashri rahimahullah, laki-laki tersebut tersadar dan meminta nasihat. Kemudian Hasan Al Bashri menasihati laki-laki tersebut untuk bertaubat, memperbaiki diri di sisa hidup laki-laki tersebut. Karena ketika kita bertaubat maka Allah akan ampuni dosa kita di masa lalu, namun jika kita tetap bermaksiat maka Allah akan menghukum atas maksiat kita kepada-Nya.

Wallahu a’lam

Semoga kisah tadi menjadi pengingat bagi kita dan senantiasa kita mohon kepada Allah agar Allah kembalikan kita dalam keadaan sebaik-baik penghambaan kepada-Nya.

Aamiin yaa robb . . .

Tetap optimistis menjalani hidup dengan kata-kata motivasi dari-Nya “janganlah berputus asa dari rahmat Allah” Dan ingat pesan dari-Nya agar kita senantiasa berhati-hati dalam menjalani hidup karena “Kita milikNya, dan kepada-Nya kita kembali.”

Okey sekian dulu sahabat, silakan baca juga artikel-artikel kami yang lain yaa

Yuk share jika ada manfaat yang dapat sahabat rasakan ☺

Penulis: Septiyani Ardila

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *