Coba Periksa! 1 Amal Ini Bisa Membawamu ke Surga atau Bahkan Menyeretmu ke dalam Neraka

by in Blog November 17, 2021

Hampir seluruh manusia yang ada di bumi ini percaya, bahwa surga dan neraka adalah akhir dari perjalanan hidup di dunia.

Semua pun berlomba-lomba mempersiapkan amal terbaik, demi mendapatkan tempat akhir yang baik pula.

Ada sebuah qoutes dari orang bijak, beliau mengatakan: “manusia itu mampu, mampu menjaga penampilannya, mampu menjaga hartanya, mampu menjaga nama baiknya. Namun, manusia sering kali khilaf, ia lalai menjaga lisannya.”

Kata-kata di atas cukup mewakili perasaan penulis. Benar sekali, manusia sering lalai menjaga lisan.

Perlu kita tahu, bahwa tokoh-tokoh besar islam sudah menyampaikan nasihat tentang ini, jauh sebelum orang bijak itu menyampaikan pendapatnya.

Berawal dari sumber informasi kehidupan, Allah telah menyinggung hal ini melalui firmannya dalam Al-Qur’an.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًايُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar” [Al-Ahzab: 70-71].

Jelas sudah, melalui firman-Nya Allah memerintahkan kita untuk senantiasa menjaga lisan.

Hal ini sangat ditekankan dalam agama, karena memang urusan lidah adalah perkara yang terlihat sepele, namun dampaknya begitu besar bagi kehidupan kita.

Sebagai contoh, perkataan yang baik yang kita ucapkan kepada orang lain akan berdampak positif, jika cara menyampaikannya pun baik.

Berlaku sebaliknya, maka berhati-hatilah dengan lisan.

Secara tidak sadar, terkadang ucapan yang kita anggap remeh, bisa menyinggung perasaan atau bahkan menyakiti hati orang yang mendengarkannya.

Rasulullah. Saw bersabda:

سلامة الإنسان في حفظ اللسان

“Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan.” (HR. Bukhori)

Lisanlah yang menjadi penyebab terjerumus kita ke dalam neraka.

Karena lisan juga, penyebab kita masuk ke dalam surga-Nya.

Seperti pribahasa yang tak asing lagi didengar oleh telinga kita, “Mulutmu adalah harimaumu.”

Seharusnya kita bisa mengambil hikmah dari setiap nasihat-nasihat yang ada.

Sahabat, masih membahas tentang lisan. Empat sahabat terdekat Rasulullah pun ikut bersuara menyampaikan pendapatnya tentang perkara lisan.

 Mereka adalah: Umar bin Khattab, Ustman bin Affan, Abu Bakar Ash-Shiddiq, dan Ali bin Abi Thalib.

  1.  Umar bin Khattab mengatakan, “Lidah akan terus berkata jujur selagi hatinya ikhlas dan luhur.”
  • Ustman bin Affan juga menambahkan, “Ketika lidah seseorang menjadi tenang dan ramah, maka hatinya menjadi saleh dan bersih.”
  • “Lidah orang bijak ada di belakang hatinya dan hati orang bodoh ada di belakang lidahnya.” Tutur Ali bin Abi Thalib.
  • Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq, beliau mengatakan, “Kejujuran yang paling utama adalah sikap amanah, dan sedusta-dustanya suatu kedustaan adalah sikap khianat.”

Banyak sekali nasihat yang membahas tentang lisan, bukan hanya dari kalangan ulama saja, tokoh-tokoh dunia non muslim pun juga menyatakan betapa pentingnya menjaga lisan.

Maka dari itu, kita sebagai manusia yang tak luput dari salah dan khilaf, perlu memuhasabahi diri terus menerus.

Sahabat, waspadalah!!

“Jika nasehat yang baik tidak memberikan pengaruh bagi perubahan seseorang, maka ketahuilah bahwa hatinya itu kosong.”

-Abu bakar Ash-Shiddiq-

Semoga kedepannya, kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Aamiin. . .

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *