Biar Ilmu Berkah, Murid Wajib Tahu Doa Ini!

by in Blog November 25, 2021

“Daging para ulama itu mengandung racun.”

Perkataan salaf

Eh, maksudnya apa? Jangan emosi dulu, ya! Ini bukan hujatan, kok. Pastikan kamu tidak meninggalkan artikel ini sebelum mengetahui maksud perkataan tersebut.

Pertanyaannya bukan ‘apa yang dikonsumsi oleh ulama, tapi siapa yang memakan daging ulama,.

Ya, daging ulama itu mengandung racun hanya jika dimakan.

Apa maksudnya?

Sahabat pembaca pasti tidak asing lagi dengan ayat yang satu ini.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.” (Al-Hujurat/49:12)

Ya, ghibah.

Secara umum siapapun yang kita ghibahi atau yang kita makan dagingnya, pasti kita merasa jijik. Namun, jika yang dighibahi itu adalah seorang guru, maka bukan hanya merasa jijik, kita bahkan bisa mati.

Hal ini dikarenakan guru memiliki kedudukan yang mulia. Tidak sembarangan orang dipilih Allah untuk kembali mengajarkan ilmunya. Terlebih para ulama, para pewaris nabi.

Oleh sebab itu, penting bagi murid untuk menutup mata dan telinga dari semua keburukan gurunya. Selain menyadari bahwa guru juga manusia yang tidak luput dari kesalahan, salah satu caranya adalah dengan mengamalkan doa berikut.

اللهم استر عيب شيخي عني ولا تذهب بركة علمه مني

“Ya Allah tutupilah aib guruku dariku, dan janganlah kau hilangkan keberkahan ilmuya dari ku.”

Kalaupun tak sengaja tersingkap, maka tutup lisanmu dan fokuslah pada ilmu dan akhlak baik yang beliau ajarkan kepada kita.

Semoga kita menjadi penuntut ilmu yang tidak dituntut oleh ilmu.

Aamiin

Sumber : muslim.or.id

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *