Bedah Basmalah

by in KOMFAZ Januari 26, 2021

 

Bedah Basmalah : Agar Awal Tidak Berujung Sesal

Mau memulai sesuatu tapi takut gagal? Atau sudah sering memulai dan selalu stuck di tengah jalan? Sudah berdoa, tapi kok, masih susah? Mungkin kamu belum benar-benar memaknainya.

Tunggu, sebelum lanjut, pastikan kamu sudah baca basmalah :

Sudah?

Alhamdulillah, sekarang setiap huruf yang kamu baca insyaallah bernilai pahala. Selamat! (Baca sampai selesai, ya. Dijamin nggak nyesel!)

Mengenai penyesalan, banyak orang salah pengertian. Penyesalan memang datang belakangan tapi sedikit yang menyadari bahwa penyesalan bisa dihindari dengan ‘awal’ yang lebih dipersiapkan.

Mengawali segala sesuatu dengan basmalah sudah semestinya menjadi kebiasaan kita sebagai muslim. Sayangnya, karena kurang pemahaman, power basmalah jadi kurang berasa. Kenapa?

Shaikh Mishary Rashid Ghareeb Mohammed Rashid Al-Afasy

Sahabat Maffaz pernah nonton video Imam yang nggak  bisa nahan tangisnya ketika salat? Kenapa mereka menangis? Ya, karena mereka paham maknanya yang ngena banget. Apalagi kalau ayatnya tentang kasih sayang Allah. Sementara kita, nangisnya sekadar ikut-ikutan aja karena nggak ngerti sama sekali.

Begitu juga ketika kita berdoa. Kalau mengerti apa isi doa yang dipanjatkan, kita akan lebih khusyuk dan serius untuk mengaminkan.  

Kalau kita mengawali segala sesuatu dengan doa, maka segala doa pasti diawali dengan basmalah. Kenapa basmalah? Penasaran?

Mari kita bedah!

Pertama, coba amati arti dari basmalah!

 Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

Sahabat Maffaz pasti tahu SPOK, struktur kalimat dalam Bahasa Indonesia. Kalau lupa, diinget-inget lagi, ya. Karena sekarang kita mau analisis struktur kalimat dalam basmalah. Asiiik!

Struktur kalimat yang baik setidaknya mengandung S dan P. Subjek dan predikat.

S dan P itu seperti ‘rukun’ kalimat, tanpa keduanya suatu kalimat dianggap tidak ‘sah’. Hehe

Nah, sekarang, coba perhatikan kembali arti basmalah dan tentukan mana subjek dan mana predikat.

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.”

Bagaimana Sahabat Maffaz? Sudah ketemu? Kalau Sahabat Maffaz merasa menemukan S dan P dalam basmalah, itu artinya sahabat harus belajar lagi Bahasa Indonesia alias remedial. Aduh!

Sebuah kata dapat disebut subjek ketika berdampingan dengan predikat sehingga kedudukannya adalah ‘pelaku’ dari predikat yang biasanya berbentuk kata kerja, baik aktif maupun pasif.

Sedangkan ‘Allah’ dalam kalimat basmalah tidak memiliki kata kerja atau fi’il. Adapun kata ‘menyebut’ yang biasanya ditambahkan dalam tanda kurung adalah kata bantu saja.

Kesimpulan : Basmalah tidak sah sebagai kalimat karena tidak memenuhi rukun S dan P.

Lho? Kok gitu?

Al-Quran itu, kan, sempurna. Bahasanya nggak mungkin salah.

Ya, al-Quran adalah mukjizat terbesar dan termutakhir yang diturunkan oleh Yang Maha Khabir, Maha Teliti. Allah tidak mungkin keliru. Begitupun dalam kasus basmalah ini. Allah membuat basmalah dengan struktur yang khusus untuk ‘awal’ yang lebih spesial.

Oke, jadi begini . . .

Subjek dan predikat tidak selalu berada di depan kalimat. Ada yang di belakang juga, namanya kalimat inversi. Tapi, Allah sengaja tidak mencantumkan subjek dan predikat dalam basmalah. Allah sengaja karena tugas kitalah melengkapinya.

Maksudnya?

Kapan kita mengucapkan basmalah? Sebelum memulai kegiatan, bukan? Jadi, basmalah akan sah sebagai kalimat setelah mendapatkan subjek dan predikat dari action kita.

Bingung?

Contoh :

  • Bismillahirrahmanirrohim, kita makan
  • Bismillahirrahmanirrohim, kita belajar
  • Bismillahirrahmanirrohim, kita keluar rumah

Dengan action, kita melengkapi basmalah di mana kita adalah pelaku, apapun predikatnya. Maka sebelum membaca artikel ini, sejatinya Sahabat Maffaz telah mengesahkan basmalah.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Sahabat Maffaz membaca artikel

Subhanallah!

“Mengawali segala sesuatu dengan basmalah sejatinya adalah bentuk mengharapkan pertolongan Allah, karena tidak ada daya upaya melainkan dari Allah. Juga berarti memurnikan niat agar segala yang kita lakukan semata-mata untuk beribadah.”

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”

(adz-Dzariyat/51:56)

Power Basmalah

Itulah power basmalah. Dengan basmalah bahkan tidur pun jadi ibadah.

Yang harus digarisbawahi adalah kita tidak sekadar memulai dengan basmalah. Pastikan segala action yang kita buat, dijalani dengan penuh keyakinan dan optimis. Keyakinan bahwa Allah pasti membersamai langkah kita dan memberikan kemudahan. Optimis bahwa apapun hasilnya, semua terjadi atas izin Allah dan Allah lah sebaik-baik perencana.

Bagikan artikel ini dengan basmalah untuk pahala berlipat ganda dan amal jariyah

One Comment
  1. ما شاء الله

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *