Blog

Agar Sedekah Lebih Berkah

by in Blog Agustus 12, 2021

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Al-Baqarah:261

Ayat tersebut menggambarkan besarnya pahala sedekah di jalan Allah yang dilakukan di hari-hari biasa. Banyak sekali ayat-ayat ganjaran sedekah yang mendorong kita untuk merutinkan amalan ini.

Namun ada yang dapat membuat pahala sedekah semakin berlipat ganda bahkan terus mengalir sebagai amal jariyah. Diantaranya:

Memilih waktu istimewa

Mengutip dari masjidpedesaan.or.id, Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya shadaqah pada hari Jum’at itu memiliki kelebihan dari hari-hari lainnya. Shadaqah pada hari itu dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan, seperti shadaqah pada bulan Ramadhan jika dibandingkan dengan seluruh bulan lainnya.” Zaadul Ma’aad (I/407)

Selain di hari Jum’at dan di bulan Ramadhan, waktu-waktu istimewa yang satu ini bisa terjadi sehari-hari.

Diceritakan bahwa ada seorang laki-laki yang menemui Nabi Muhammad SAW, lalu dia bertanya, “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang pahalanya paling besar?” Nabi SAW menjawab:

“Engkau bersedekah dalam keadaan sehat, sangat menyayangi harta, takut miskin, dan mengharapkan kekayaan. Janganlah engkau menunda-nunda (sedekah). Ketika ruh (nyawa) sampai di tenggorokan (hampir meninggal, barulah) engkau berwasiat: untuk si anu sekian, untuk si anu sekian. Padahal waktu itu kekayaan sudah menjadi hak ahli waris.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Diberikan kepada sanak keluarga

Selain memanfaatkan hari yang paling utama, pahala sedekah berlipat ganda juga bisa didapatkan jika diberikan kepada orang-orang lebih berhak untuk didahulukan.

“Sedekah yang paling utama adalah yang sesuai dengan kemampuan. Dan dahulukan orang-orang yang menjadi tanggunganmu.” (HR. Abu Dawud)

Dari hadits ini kita tahu bahwa menafkahi keluarga yang pada dasarnya adalah kewajiban, ternyata bernilai sedekah.

Dilakukan secara sembunyi-sembunyi

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Baqarah: 271)

Sedekah unutk keperluan jihad

“Barangsiapa mempersiapkan segala keperluan seorang Mujahid hingga ia bisa menutup seluruh kebutuhannya, maka baginya pahala seperti mujahid tersebut sampai ia gugur atau ia pulang (dengan selamat).” [Shahih. HR. Ibnu Majah (no. 2758)]

Contohnya sedekah untuk pengembangan dakwah Al-Quran.

Itulah beberapa kunci agar sedekah kita lebih berkah dan terus mengalir sebagai amal jariyah. Namun yang perlu kita terus perbarui adalah niat lillahita’ala.

Semoga Allah menerima amal kita dan mengistiqomahkan kita dalam kebaikan.

Aamiin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *