Blog

8 Panduan Menghafal Al-Qur’an ala Hafidz Asal Brooklyn

by in Blog Agustus 31, 2021

“Bacalah Al-Quran karena Allah tidak akan menyiksa hati yang berisi Al-Quran. Dan sesungguhnya Al-Quran ini adalah jamuan Allah, maka siapa yang masuk di dalamnya, dia pun aman. Dan siapa mencintai Al-Quran, maka berilah kabar gembira kepadanya.” (HR. Ad-Darimi dari Abu Umamah)

Faisal Latif, nama hafidz muda itu. Melalui kanal YouTube-nya ia menjawab pertanyaan yang paling sering ia dapatkan melalui media sosial yaitu: bagaimana cara menghafal Al-Quran.

Faisal sendiri berguru dengan Sheikh Yasir Qadhi yang merupakan seorang Pakistan-Amerika, lulusan Universitas Islam Madinah. Berbekal pengalaman dan pengajaran yang ia dapatkan, Faisal merangkumnya menjadi 8 tips berikut ini:

Luruskan niat: Lillahita’ala

Sebagaimana hadits yang berbunyi, “Setiap perbuatan tergantung niatnya.” Itulah mengapa di dinding asrama santri Maskanul Huffadz tertulis perkataan Imam Malik rahimahullah bahwa segala sesuatu yang dilakukan karena Allah akan terus menerus dan berkesinambungan, sedangkan segala sesuatu yang dilakukan bukan karena Allah akan putus dan terhenti.

Dedikasi dan konsistensi

Jadikan Al-Quran sebagai prioritas. Jadwalkan waktu khusus bersama Al-Quran dan bersungguh-sungguhlah dalam menjaga kebersamaan itu. Tetapkan target dalam sehari. Gapapa seayat yang penting tidak pernah terlewat.

Utamakan kualitas di atas kuantitas

Kesalahan dari kebanyakan penghafal Al-Quran adalah ingin cepat khatam sehingga target dalam sehari terkesan memaksakan bahkan menjadi beban. Padahal Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ditegur ketika buru-buru dalam membaca Al-Quran.

Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membacaAlquran karena hendak cepat-cepat (menguasai)-nya. . .” (Al-Qiyamah; 16)

Jangan terburu-buru, nikmati prosesnya dan syukuri hasilnya. Walaupun sedikit, yang penting melekat kuat. (Dari pada banyak tapi nempelnya cuma sejenak.)

Perbaiki pola pikir

INGAT: “Sungguh telah kami mudahkan Al-Quran ini untuk peringatan (diinngat) maka adakah yang mau mengambil pelajaran?” Allah menegaskan sekaligus menjawab keraguan kita 4 kali dalam QS. Al-Qamar yaitu ayat ke-17, 22, 32, dan 40.

Kalaupun sulit, ingatlah bahwa bersama kesulitan ada kemudahan (96:5-6). Otak kita butuh pembiasaan. Barangkali itu cara Allah mengikis dosa-dosa kita hingga akhirnya layak untuk menerima ayat-ayat-Nya yang suci. Allah juga ingin menguji keseriusan kita untuk menjadi penjaga Kalam-Nya.

Jaga kesehatan

Baik kesehatan fisik maupun mental. Hindari kondisi yang menyebabkan stress atau tekanan bathin, rutin olahraga, mengonsumsi makanan yang sehat, hindari junk-food dan istirahat yang cukup.

Karena tubuh kita juga punya hak. maka tidak memenuhinya termasuk kedzaliman.

Jauhi perbuatan dosa

Sebagaiman nasihat guru Imam Syafi’i, bahwasannya ilmu adalah cahaya dan cahaya Allah tidak mungkin diberikan kepada ahli maksiat.

Faisal menekankan untuk menjaga dan memperbaiki kualitas shalat. Karena selagi shalat yang wajib terjaga, maka insyaallah terjaga juga dari maksiat.

Doa dan dzikir

Sebagai pamungkas untuk menyeimbangi usaha. Rayu Allah di setiap sepertiga malam agar mendapatkan keridhoannya sebagai penghafal Al-Quran. Selain itu dengan berdzikir, mengingat Allah, maka hati tidak akan bermaksiat.

Perhatikan tajwid dan shifatul huruf

Untuk itu, penting sekali bagi penghafal Al-Quran untuk berguru kepada ustadz/ah yang kompeten di bidang tahsin. Setiap huruf Al-Quran itu masing-masing memiliki hak yang harus kita penuhi setiap kali melafadzkannya.

Ini juga merupakan upaya untuk mengutamakan kualitas dibanding kuantitas. Pastikan setiap ayat yang kita hafalkan sudah sesuai dengan kaidah tahsin sehingga tidak ada kesalahan yang tanpa kita sadari terus berulang.

Itulah 8 panduan menghafal Al-Quran. Semoga bisa diterapkan 🙂

Bismillah . . . Yok bisa yok!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *