Blog

5 Manfaat Mengingat Kematian: KATUPAT Bersama Umma Oki Setiana Dewi

by in Blog, Kajian Internal September 17, 2021

“Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”

Al-Jumu’ah/62: 8

Tidak ada yang kekal selain Allah swt. Setiap yang bernyawa pasti akan mati namun tidak semua yang bernywa mau mengingat kematian. Jika kematian saja tidak diingat, bagaimana kematian hendak dipersiapkan?

Kehidupan dunia yang kita jalani adalah ujian. Untuk menjaga iman dari tipuan dunia, kita butuh nasihat yang membuat kita selalu ingat bahwa kehidupan sebenarnya adalah akhirat.

Rasulullah saw. bersabda, “Cukuplah kematian sebagai nasihat.” (HR. Tabrani)

Hadits tersebut adalah salah satu dalil betapa pentingnya mengingat mati yang disampaikan Umma Oki Setiana Dewi dalam Kajian Virtual PEnuh Manfaat (KATUPAT) Jum’at, 17 September 2021.

Dalam kajian Zoom yang diikuti hampir 500 peserta itu, Umma memaparkan 5 manfaat mengingat kematian yaitu:

Termasuk ibadah

Mengingat kematian adalah bentuk mengamalkan sunnah Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam. Mengingat kematian termasuk ibadah karena merupakan amalan yang Allah ridai. Selain itu, dengan mengingat kematian tentu kita terhindar dari maksiat yang dapat mengundang murka Allah.

Shalat menjadi lebih khusyuk

Ingatlah kematian dalam shalatmu karena jika seseorang mengingat mati dalam shalatnya, maka ia akan memperbagus shalatnya. Shalatlah seperti shalat orang yang tidak menyangka bahwa ia masih punya kesempatan melakukan shalat yang lainnya. Hati-hatilah dengan perkara yang kelak malah engkau meminta udzur (meralatnya) (karena tidak bisa memenuhinya).” (HR. Ad Dailami)

Menjadi penyemangat untuk mempersiapkan pertemuan dengan Allah

Segala sesuatu yang kita lakukan selagi hidup di dunia ini kelak akan dimintai pertanggung jawaban. Ada banyak hadits mengenai pertanyaa-pertanyaan yang akan diajukan kepada manusia di hari kiamat. Salah satu hadits tersebut bisa dibaca dengan klik di sini.

Menjadi penyemangat untuk memperbaiki hidup

Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan (yaitu kematian) karena jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya sempit, maka ia akan merasa lapang dan jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya lapang, maka ia tidak akan tertipu dengan dunia (sehingga lalai akan akhirat).” (HR. Ibnu Hibban dan Al Baihaqi)

Mencegah dari perbuatan dzalim

Dzalim terbagi menjadi 3: dzalim kepada Allah, dzalim kepada manusia dan dzalim terhadap diri sediri. Salah satu dzalim kepada manusia adalah curang dalam menakar. Maka Allah berfirman:

Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan.” (QS. Al Muthoffifin: 4)

Maksudnya, apabila mereka mengingat kematian, tentu mereka tahu bahwa kedzaliman mereka akan dimintai pertanggungjawaban. Semakin kita mengingat mati semakin kita menjaga diri dari menyakiti hati orang lain maupun menjaga diri dari maksiat yang merupakan kedzaliman terhadap diri sendiri.

Semoga kita termasuk orang-orang yang berjumpa dengan Malaikat Izrail dengan persiapan terbaik. Semoga Allah mewafatkan kita dalam keadaan husnul khatimah.

Aamiin

Sumber: https://muslim.or.id/18199-manfaat-ingat-mati.html

Sumber: https://muslim.or.id/18199-manfaat-ingat-mati.html

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *