Blog

5 Langkah Sambut Ramadhan Penuh Berkah

by in Blog, Tips Maskan Maret 28, 2021

Bagaimana Ramadhan-mu tahun lalu, Sahabat?

Untuk yang merasa gagal semoga Allah pertemukan dengan Ramadhan tahun ini. Untuk yang sudah dalam kategori sukses, semoga pada Ramadhan yang akan datang dapat ditingkatkan lagi, ya .. .

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika memasuki bulan Rajab beliau berdoa,

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ، وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban. Dan jumpakanlah kami kepada bulan Ramadhan.”

Selain berdoa, tentu Nabi dan para sahabat berikhtiar dalam menyongsong bulan yang penuh keutamaan ini. Bahkan mereka bersiap sejak 5.5 bulan. Sedangkan kita baru mau mulai sekarang?

Tapi tidak apa, belum terlambat kok. Berikut 5 Langkah yang telah kami rankum untuk kita mengejar ketertinggalan.

Pertama, perbanyak puasa sunnah. Sahabat Maffaz mulailah dengan puasa senin-kamis, ayyamul-bid (tengah bulan) atau puasa daud. Tujuannya adalah membiasakan diri bangun sahur. Selain itu juga agar kita tidak kaget di hari pertama Ramadhan.

Kedua, tilawah dengan rutin. Ramadhan memiliki power yaitu melipatgandakan pahala setiap amalan yang kita lakukan. Semakin banyak huruf yang kita lafadzkan, semakin banyak pahala yang kita tuai. Untuk itu, Sahabat Maffaz setidaknya menargetkan 1 kali khatam dengan one day one juz (satu juz per hari).

Sahabat Maffaz bisa ikutan agenda #khatamchallenge dari Maskanul Huffadz juga. Info lebih lanjut klik di sini. Apabila Sahabat sudah melakukannya Ramadhan tahun lalu, maka tingkatkan menjadi 2 kali khatam, dst.

Ketiga, menabung untuk zakat fitrah maupun sedekah harian. Zakat termasuk rukun islam dan merupakan kewajiban kita. Bahkan bayiyang lahir pada permulaan hari raya Idul Fitri pun wajib dizakati oleh orang tuanya. Lupa membayar zakat adalah kecelakaan besar. Oleh karena itu jauh-jauh hari kita harus menyiapkannya.

Selain itu alangkah baiknya jika kita bersedekah harian. Selain mendapatkan pahala yang berlipat ganda, sedekah juga melatih kepedulian kita. Bukankah Ramadhan adalah bulan di mana kita dapat merasakan laparnya orang-orang yang tidak seberuntung kita di luar sana?

Keempat, belajar fiqih ibadah seputar Ramadhan minimal dasar. Sebagaimana hadits Nabi bahwasannya al-‘ilmu qoblal ‘amal (Ilmu sebelum amal). Amal yang dilakukan tanpa didasari ilmu akan sia-sia alias tertolak karena dinilai mengada-ada, tidak sesuai sunnah atau bid’ah. Nah, Sahabat tidak mau kan ibadahnya selama satu bulan ditolak mentah-mentah?

Kelima, siapkan menu spesial Ramadhan. Kurma tidak boleh absen di meja makan, ya, Sahabat Maffaz. Selain itu mulailah searching resep-resep sajian istimewa untuk berbuka dan cobalah bereksperimen dari sekarang agar tidak gagal di bulan Ramadhan nanti.

Selain belajar memasak, langkah kelima ini juga adalah upaya untuk merekatkan hubungan silaturahmu antar keluarga. Jangan lupa dibagikan juga ke tetangga kalau ada lebihnya 🙂

Oh, ya, Sahabat bisa order di Maskanul Huffadz Store juga kok, untuk mempermudah silakan klik di sini

Tambahan, Jika Sahabat Maffaz bekerja, coba ajukan cuti atau dispensasi untuk mengurangi jam kerja. Hal ini dilakukan untuk kekhusukan dalam beribadah. Bulan Ramadhan hanya datang sekali dalam setahun dan bukan tidak mungkin ini adalah Ramadhan terakhir kita. Oleh karena itu amankan waktunya khusus untuk beribadah

Semoga bermanfaat. . .

One Comment

Leave a Reply to Febriani Cancel reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *