3 Level Sabar: Cek Tingkat Kesabaranmu!

by in Blog Oktober 14, 2021

“Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda: ‘Allah ta’ala mewahyukan kepada Musa bin Imran -alaihimas salaam-: ‘Hai Musa, barang siapa tidak ridho dengan takdir-Ku, tidak bersabar atas cobaan-Ku, tidak bersyukur atas nikmat-Ku, maka keluarlah dari antara bumi dan langit-Ku, dan carilah Tuhan selain-Ku.'”

Hadits

Tiada Tuhan selain Allah, itulah keyakinan kita sebagai seorang muslim yang beriman. Untuk membuktikan keimanan kita, dalam hidup yang singkat ini, Allah memberikan kita ujian, apakah kita bersabar atau sebaliknya?

Sayyidina Ali rahimahullah memberikan analogi mengenai hubungan erat antara keimanan dan kesabaran. Beliau berkata:

  أَلَا إِنَّ الصَّبْرَ مِنَ الْإِيمَانِ بِمَنْزِلَةِ الرَّأْسِ مِنَ الْجَسَدِ، فَإِذَا قُطِعَ الرَّأْسُ بَادَ الْجَسَدُ، ثُمَّ رَفَعَ صَوْتَهُ فَقَالَ: أَلَا إِنَّهُ لَا إِيمَانَ لِمَنْ لَا صَبْرَ لَهُ

Artinya, “Ingatlah! Sabar mempertahankan keimanan layaknya kepala dalam satu tubuh. Bila dipenggal, habislah tubuh itu… Kemudian Sayyidina Ali mengangkat suaranya, dan menyampaikan, Ingatlah! Sungguh, tiada iman bagi yang tak memiliki kesabaran.” (as-Shabru wa Tsawâb ’alaihi hal. 24)

Maka bagi orang beriman, sabar itu tak ada batasnya. Jika sabar itu berbatas, imannya perlu dipertanyakan.

Pertanyaannya, apakah ujian kesabaran hanya berbentuk musibah?

Ternyata, seberat apapun ia menguji kesabaran kita, musibah adalah level ujian kesabaran yang paling rendah. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Sayyidina Ali bin Abi Thalib berikut:

الصَّبْرُ ثَلَاثٌ: فَصَبْرٌ عَلَى الْمُصِيبَةِ، وَصَبْرٌ عَلَى الطَّاعَةِ، وَصَبْرٌ عَنِ الْمَعْصِيَةِ، فَمَنْ صَبَرَ عَلَى الْمُصِيبَةِ حَتَّى يَرُدَّهَا بِحُسْنِ عَزَائِهَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ ثَلَاثَمِائَةِ دَرَجَةٍ بَيْنَ الدَّرَجَةِ إِلَى الدَّرَجَةِ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ، وَمَنْ صَبَرَ عَلَى الطَّاعَةِ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ سِتَّمِائَةِ دَرَجَةٍ، مَا بَيْنَ الدَّرَجَةِ إِلَى الدَّرَجَةِ كَمَا بَيْنَ تُخُومِ الْأَرْضِ إِلَى مُنْتَهَى الْعَرْشِ، وَمِنْ صَبَرَ عَنِ الْمَعْصِيَةِ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ تِسْعَمِائَةِ دَرَجَةٍ، مَا بَيْنَ الدَّرَجَةِ إِلَى الدَّرَجَةِ كَمَا بَيْنَ تُخُومِ الْأَرْضِ إِلَى مُنْتَهَى الْعَرْشِ مَرَّتَيْنِ

Artinya, “Sabar ada tiga tingkatan; sabar atas musibah, sabar dalam menjalani ketaatan, dan sabar dari laku kemaksiatan. Siapa saja yang sabar menghadapi musibah, sampai ia mampu merestorasinya sebaik mungkin, Allah akan mengangkat 300 derajatnya. Di mana, satu dengan lainnya berjarak sejauh antara langit dan bumi. Dan, yang bersabar dalam menjalani ketaatan, Allah mengangkat 600 derajatnya. Di mana, satu dengan lainnya berjarak sejauh antara lapisan-lapisan bumi dan batas (ketinggian) ‘arsy. Sedangkan, bagi yang bersabar dari laku kemaksiatan, Allah mengangkat 900 derajatnya. Di mana, satu dengan lainnya berjarak sekitar dua kali lipat antara lapisan-lapisan bumi dan batas (ketinggian) ‘arsy.”

Kitab as-Shabru wa Tsawâb ‘alaihi (hal. 30)

Pertanyaannya . . .

Jika menghadapi musibah yang belum ada apa-apanya dibandingkan dengan salafus sholih saja kita sudah mengeluh, bagaimana kita bisa sabar dalam ketaatan. Jika kita belum bisa sabar dalam ketaatan, lantas bagaimana kita bisa sabar dalam menahan diri dari berbuat kemaksiatan?

Allah tidak membebani seseorang dengan ujian melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Semakin meningkat keimanan maka semakin berat ujian. Untuk meningkatkan level kesabaran kita, setiap kali ingin mengeluh dan berputus asa, ingatlah hadits ini:

“عَجب رَبُّكَ مِنْ قُنُوط عِبَادِهِ، وقُرْب غَيْثِهِ فَيَنْظُرُ إِلَيْهِمْ قَنطين، فَيَظَلُّ يَضْحَكُ، يَعْلَمُ أَنَّ فَرَجَهُمْ قَرِيبٌ” الْحَدِيثَ

Tuhanmu merasa heran dengan keputusasaan hamba-hamba-Nya, padahal saat pertolongan-Nya sudah dekat. Maka Tuhan memandang mereka yang dalam keadaan putus asa itu seraya tertawa karena Dia mengetahui bahwa jalan keluar mereka sudah dekat.

HR. Abu Ruzain

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/128885/3-tingkatan-sabar-dalam-pandangan-syekh-ibnu-abid-dunya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *