3 Cara Ampuh Membasmi Mental “Sok Bersih”

by in Blog Oktober 25, 2021

Siapakah Orang Yang “Sok Bersih Itu?

Menurut KBBI (Kamus besar bahasa Indonesia), kata “sok” memiliki beberapa arti, salah satunya adalah “berlagak-merasa mampu” dan sebagainya, tetapi sebenarnya tidak.

Perlu diketahui, bahwa sifat pembersih dan sok bersih adalah dua hal yang jauh berbeda.Orang yang mencintai kebersihan adalah mereka yang membenci segala hal yang bersifat jorok dan kotor. Bukan hanya itu, mereka juga berusaha bagaimana caranya agar yang tadinya terlihat kotor dan jorok menjadi bersih. Karena itu mereka lebih pantas disebut pembersih.

Sedangkan orang yang “sok bersih” adalah mereka yang juga mencintai kebersihan, namun belum ada kesadaran dalam dirinya untuk bertindak. Nah, coba tanya diri kamu, sudahkah masuk dalam kategori orang yang pembersih? Atau…(Jawab sendiri deh). Hehe….

Seorang muslim yang baik, sudah pasti menaati segala perintah Allah dan Rasul-Nya. Kalau ditanya tentang kebersihan, sudah tidak diragukan lagi. 

Dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu.” (HR. Tirmizi).

Eits…, bersih saja belum cukup. Kali ini kita akan membahas bagaimana cara ampuh untuk membasmi mental “Sok bersih” menjadi mental “Pembersih.”

1. Mulailah Mencintai

Hei, jangan bucin dulu. Maksud di sini ialah mencintai kebersihan. Bagaimana mungkin kita bisa menjadi pembersih, sedangkan diri kita belum mencintai kebersihan dan segala sesuatu yang berkenaan dengannya.

Biasanya, orang yang cerdas suka dengan hal yang berhubungan dengan kata: bersih, rapi, indah, tertata, dan pastinya tidak berantakan. Lingkungan bersih – indah dipandang mata – pikiran pun segar – nyaman – dan insyaallah hasilnya pun baik. Tapi, jika yang kita pandang adalah kotor dan berantakan, sudah pasti, rasa nyaman pun sulit didapatkan.

So, langkah pertama, kamu harus mencintai kebersihan dan segala hal yang berkaitan dengannya.

2. Mulai Menata

Setelah mencintai, mulailah menata. Kamu butuh waktu untuk menata segala hal yang perlu ditata. Penulis pernah membaca buku karya Marie Kondo, yang judulnya The life – Changing magic oftidying up. Buku itu membahas tentang cara menjadi pribadi yang rapi dan bersih, tanpa takut kembali kemasa lalu yang berantakan.Terdapat tips menata rumah yang penuh dengan barang-barang. Bisa jadi contoh, diantaranya :

• Pisahkan barang menjadi dua bagian. Terpakai dan tidak terpakai. (Ingat, hanya ada 2bagian)

• Dimulai dari baju-baju, barang-barang, buku-buku, kemudian yang terakhir adalahberkas-berkas.

• Setelah dipisahkan, selanjutnya susun sesuai kebutuhan waktu memakainya.

• Bagian yang tidak terpakai, lanjutkan dengan menjual atau membuangnya, atau pastikan tidak tersimpan lagi. *catatan: Karena barang yang tidak terpakai tapi masih tersimpan, adalah alasan kenapa masih berantakan!

3. Mampukan Diri untuk Bisa

Kalau sudah berhasil melewati 2 tahapan sebelumnya, sekarang, coba mampukan diri untuk bisa. Bisa apa? Usahakan untuk tidak meletakkan barang yang bukan pada tempatnya. Mulailah melatih diri untuk disiplin. Jangan biarkan kebiasaan buruk mendarah daging dalam tubuh kita.

Sulit?

Nggak kok… Gak sulit! Yang sulit itu karena kita tidak terbiasa. Bukankah pepatah mengatakan, “Ala bisa karena biasa”? Tidak ada yang sulit selagi kita mau berusaha. Ini juga termasuk proses ibadah, belajar menjadi pribadi yang lebih bersih dan rapi, semata-mata agar dicintai oleh Allah SWT dan Rasul-Nya.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 222 yang artinya: “…Sesungguhnya Allahmenyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”

Jangan sampai kita hanya memedulikan keelokan penampilan diri, tetapi lupa menjaga kebersihan lingkungan. “Cantik/ganteng, tapi sok bersih” akan kalah sama yang “Penampilan biasa, tapi peka lingkungan.”

Yuk bisa yuk, semangat 🙂

Penulis: sya elbahri

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *