2 Macam Bentuk Kesabaran, Tidak Semua Orang Memilikinya

by in Blog November 24, 2021

“Bersabarlah, karena kesabaran adalah sebuah pilar keimanan.”

-Ali bin Abi Thalib-

Kalau membahas tentang sabar, sepertinya tidak semua sepakat bahwa sabar itu tidak ada batasnya.

Ali bin Abi Thalib mengatakan, “Kesabaran itu ada dua macam, pertama sabar atas sesuatu yang tidak kau inginkan, dan kedua sabar menahan diri dari sesuatu yang kau inginkan.”

Akan kita kupas satu persatu. Yang pertama, sabar atas sesuatu yang tidak kau inginkan. Maksudnya adalah, kita diperintahkan untuk sabar atas segala cobaan, musibah, ujian yang Allah titipkan pada kita, meskipun kita tidak menyukainya.

Sebagai contoh, kita diberi ujian, seketika anak yang kita sayang selama ini,
Allah panggil ruhnya. Maka, kita hendaknya berusaha untuk terus sabar menghadapi cobaan yang Allah titipkan. Sekalipun kita tidak menyukai hal itu.

Yang kedua, sabar menahan diri dari sesuatu yang kita inginkan. Maksudnya adalah kita diperintahkan untuk sabar atas apa yang belum berhak menjadi milik kita.

Sebagai contoh, kita yang belum mampu menikah, hendaknya bersabar,
menahan diri dari hal-hal yang Allah haramkan. Maka dari itu, bersabar dan menahan diri itu lebih baik dari pada menanggung rasa penyesalan nantinya.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an sudah Al-Baqarah ayat 153:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Banyak kisah yang bisa kita jadikan sebagai pelajaran. Khususnya kisah-kisah para Anbiya’.

Sebagaimana kisah Nabi ayyub yang sabar menghadapi cobaan atas penyakit yang menimpanya.

Juga kisah Nabi Muhammad. Saw. Yang bersabar atas cobaan ketika
menghadapi para pembesar Quraish.

Tidak tertinggal pula kisah Nabi Musa yang bersabar menghadapi Fir’aun
la’natullah alaih.

Seberat apapun cobaan yang menimpa kita, jangan sampai masalah itu
menjadikan kita jauh dari Allah.

Harus kita pahami, bahwa cobaan yang Allah beri, tidak lain tidak bukan adalah bentuk cinta Allah terhadap hamba-Nya, yang demikian itu agar kita kembali kepada-Nya.

Rasulullah mengajarkan doa ketika dihadapkan oleh ujian dan cobaan, berikut doanya:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينك

Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR al-Nasai’).

Selain itu, bisa juga berdoa dengan kalimat ini:

اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا إِلَى طَاعَتِك

Artinya: “Ya Allah, Dzat yang mengurus seluruh hati, arahkanlah hati kami
terhadap ketaatan kepada-Mu.”
(HR. Muslim).

Ada banyak doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah tentang menghadapi ujian dan cobaan agar kita bisa bersabar terhadapnya.

Sebagai mukmin yang baik, ketika masalah datang menghadang, ia tidak akan merasa gentar dan takut.

Kenapa?

Karena ada Allah di hatinya. Iya yakin kepada Rabbnya. Tidak mungkin ujian itu ditujukan untuknya kalau bukan karena ingin menaikkan derajat
keimanannya.

Satu hal lagi yang perlu kita tahu, salah satu ciri penghuni syurga adalah ia yang bersabar terhadap apa yang menimpanya, dan bersyukur atas apa yang telah ditetapkan untuknya.

Kesabaran itu ada karena kita latih secara terus menerus. Ingat, sabar tidak ada batasnya, jika masih membatasi sabar, maka bisa dipastikan, bahwa dunia belum luput dari hatinya.

Semoga kita tergolong dalam orang-orang yang sabar 🙂

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *