17 Santriwati Maskanul Huffadz Khataman Al-Qur’an, Selalu Mengharukan!

by in Blog November 8, 2021

” . . . dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang mereka usahakan.”

An-Najm/53: 39

Kamis, 4 November 2021 akan menjadi tanggal yang tak terlupakan bagi 17 khatimat ini. Setelah bermujahadah, melawan kantuk, berteman lelah, dan memantapkan hati agar selalu lillah, akhirnya mereka telah menyelesaikan setoran hafalan 30 juz.

Membacakan setoran terakhir di depan orang tua dan guru-guru, hati siapa yang tidak terharu. Setelah sujud syukur, mereka menyalami tangan orang-orang yang jasanya tidak terbalaskan. Nasihat demi nasihat dibisikkan setiap kali mereka berpelukan.

Foto bersama 17 khatimat, segenap musyrifah, beserta Umma, Ummi, dan Manda.

Air mata yang mengalir hari itu bukan hanya karena bahagia, melainkan juga karena takut. Takut tidak dapat istiqomah dalam murajaah. Takut tidak kuat menjaga amanah.

Ustadzah Eli, mewakili segenap musyrifah menyampaikan kata sambutannya. Beliau mengatakan bahwa ini adalah syukuran khataman terakhir bagi santriwati Maffaz Pusat maupun Cijeruk Bogor. Selama menunggu wisuda yang akan digelar pada Desember mendatang, para santri akan sibuk mempersiapkan hafalan merek untuk menjalani parade tasmi’.

Berikut ini nama para khatimat!

11 Santri Maffaz Pusat

  1. Mazroatul Ilmiyah (20 tahun, Tuban)
  2. Miftahul jannah (24 tahun, Sumatra Barat)
  3. Yuniarni (23 tahun, Kolaka Timur)
  4. Wirdatul Qudsiah (19 tahun, Lombok Utara)
  5. Julia Karunia Rizki (19 tahun, Lombok)
  6. Wirda Ayu Al-Rosyid (19 tahun, Cilacap)
  7. Nina Nurrahim (18 tahun, Tangerang)
  8. Wahyu Widia Ningsih (19 tahun, Kalimantan Selatan)
  9. Wingki Putri Sari (21 tahun, Sulsel)
  10. Anisa Nur Azizah (19 tahun, Banjarnegara)
  11. Amelia (19 tahun, Karawang)

6 Santri Maffaz Cijeruk

  1. Baiq Diah Nawang Wulan (22 tahun, Lombok)
  2. Indriyani (22 tahun, Flores)
  3. Qalbiatul Ma’rifah Agusnain (21 tahun, Malang)
  4. Lilis Lisnawati (19 tahun, Ciamis)
  5. Suli Asworo (21 tahun, DI Yogyakarta)
  6. Shintania Salim (20 tahun, Tangerang)

Semoga rasa takut dan bahagia campur aduk yang mereka rasakan, dapat menjadi cambuk bagi teman-teman sekalian untuk mendekatkan diri pada Al-Quran.

Aamin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *